Puluhan Posko Medis Disebar untuk Kawal Kesehatan Pemudik dan Wisatawan
Edriwan Mansyur--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan aspek keselamatan medis menjadi prioritas utama selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Dr drg Edriwan Mansyur MM menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan 34 posko kesehatan yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Mengingat, risiko gangguan kesehatan maupun kecelakaan yang kerap meningkat seiring tingginya aktivitas perjalanan mudik dan pariwisata di akhir tahun.
"Sebanyak 34 posko kesehatan telah kami siaga kan," terang Edriwan, Kamis 25 Desember 2025.
Edriwan mengatakan, penempatan 34 posko kesehatan itu, dilakukan pada area yang memiliki potensi kerawanan tinggi. Seperti titik rawan kecelakaan, kawasan wisata yang dipadati pengunjung, serta jalur lalu lintas utama yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
"Semua posko didirikan pada area rawan," tambahnya.
BACA JUGA: Tiga Pasangan di Rejang Lebong Ikuti Isbat Nikah Terpadu, Ini Usia Tertuanya
BACA JUGA:Gedung Serba Guna Nanjungan Menjawab Kebutuhan Pelayanan untuk Masyarakat
Edriwan mengatakan, posko kesehatan berbeda dengan posko pemantauan biasa. Sebab posko kesehatan memiliki standar personil yang lengkap untuk penanganan medis. Setiap posko tidak hanya dijaga oleh petugas administrasi, melainkan oleh tenaga medis profesional yang siap bekerja dalam sistem giliran atau shift. Setiap posko ada 1 dokter, 2 perawat dan 1 pengemudi ambulans
"Di setiap posko kami tempatkan tenaga kesehatan lengkap, termasuk ambulance standby. Sehingga dapat langsung menangani masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis maupun rujukan cepat ke fasilitas kesehatan terdekat," jelas Edriwan.
Disisi lain, Edriwan menjelaskan, fungsi utama posko ini mencakup pelayanan kesehatan dasar bagi pemudik yang kelelahan hingga penanganan kondisi kegawatdaruratan. Termasuk pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas serta penanganan gangguan kesehatan mendadak yang dialami wisatawan di lokasi rekreasi.
"Pendirian posko ini sebagai bentuk hadirnya pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman dan layanan cepat tanggap kepada publik selama masa liburan panjang," ungkapnya.
Untuk itu, Edriwan meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan kondisi tubuh saat bepergian. Maka ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, untuk segera memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, tanpa ragu.
"Masyarakat jangan tidak ragu memanfaatkan posko kesehatan yang telah disediakan. Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat juga bisa langsung menghubungi layanan 119 untuk bantuan segera," pungkas Edriwan. (Eko)
Posko Disiagakan Selama Nataru