DLH Benteng Usulkan Truk Pengangkut Sampah
Pungut Sampah : Tim dari DLH Kabupaten Benteng tampak kompak membersihkan sampah yang berserakan di kawasan liku sembilan.-Ist/BE -
Harianbengkuluekspress.id- Keterbatasan armada truk pengangkut sampah mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk memperkuat koordinasi ke Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Benteng, Deki Afriadi ST mengatakan, pengajuan bantuan akan disampaikan secara resmi melalui surat Bupati yang ditujukan kepada Gubernur Bengkulu.
"DLH mengusulkan sebanyak 5 unit truk pengangkut sampah," ungkap Deki.
Deki menjelaskan, armada pengangkut sampah yang dimiliki Kabupaten Benteng saat ini masih sangat terbatas. Yaitu, hanya 1 unit truk dan 1 unit mobil Pikap.
Kondisi ini belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan pengangkutan sampah di lapangan, sementara kemampuan anggaran daerah juga masih terbatas.
"Karena keterbatasan anggaran, kami mengharapkan dukungan dari Pemprov Bengkulu. Semoga usulan yang disampaikan dapat direalisasikan," harap Deki.
BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Utara Imbau Warga Tak Panic Buying Selama Ramadan
BACA JUGA: Satu Rumah di Kepahiang Ambruk Dihantam Badai
Menurutnya, kekurangan armada menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya pengelolaan sampah. Oleh sebab itu, DLH berharap setidaknya sebagian dari usulan bantuan tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.
"Kalau belum bisa 5 unit, minimal satu atau dua unit saja sudah sangat membantu," terangnya.
Di sisi lain, Deki menyebutkan bahwa ketersediaan kontainer sampah saat ini relatif mencukupi. Bahkan, pada tahun sebelumnya DLH Kabupaten Benteng juga telah menerima bantuan 8 unit kontainer dari Pemprov Bengkulu.
Hanya saja, tanpa dukungan armada pengangkut yang memadai, keberadaan kontainer justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Sampah yang tidak terangkut secara rutin dikhawatirkan akan menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan.
"Kontainer ada dalam jumlah yang cukup banyak. Namun, jika armada pengangkutannya tidak maksimal, penumpukan sampah bisa terjadi," demikian Deki.(bakti)