Sensus 2026, Bupati Kaur Ajak Warga Beri Data Valid
IRUL/BE FOTO BERSAMA: Bupati Kaur dan Kepala BPS Kaur saat foto di ruang kerja Bupati Kaur, Kamis 2 April 2026.--
Harianbengkuluekspress.id - Bupati Kaur, Gusril Pausi SSos MAP, mengajak seluruh masyarakat Kaur untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kaur. Hal ini disampaikan Bupati Kaur saat menerima kunjungan kepala BPS Kaur, Kamis 2 April 2026.
“Saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan data yang lengkap dan benar,” kata bupati.
Dikatakan bupati, betapa krusialnya peran data yang akurat sebagai fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Ia menilai bahwa tanpa basis data yang valid, kebijakan pemerintah sulit untuk mencapai target yang optimal, sehingga koordinasi antara perangkat daerah dan petugas statistik harus berjalan beriringan. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat serta para pelaku usaha di Kabupaten Kaur untuk bersikap kooperatif saat petugas sensus datang berkunjung.
“Sekali lagi saya mengajak masyarakat untuk memberikan data yang benar dan akurat. Validitas data sangat menentukan kualitas kebijakan yang akan kita ambil agar pembangunan di Kabupaten Kaur benar-benar berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," tandasnya.
BACA JUGA:Sekolah di Kota Bengkulu Wajib Terapkan English Day
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Kejar Target 6 Ribu Sambungan Listrik Gratis, Data Masuk Baru Segini
Sementara itu, Kepala BPS Kaur, Antoni Pestaria SE MSi juga menyampaikan, Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, yakni mulai Mei hingga Juli 2026. Dalam pelaksanaan ini ia meminta dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, agar seluruh rangkaian proses pendataan di lapangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh dan mendalam mengenai kondisi serta potensi ekonomi masyarakat di daerah, yang nantinya akan menjadi rujukan penting bagi berbagai pihak.
"Sensus Ekonomi ini sangat krusial sebagai fondasi perencanaan pembangunan di masa depan. Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan, baik untuk skala daerah maupun nasional, agar program yang dicanangkan lebih tepat sasaran," tandasnya.(Irul)