Perkuat KRS, BKKBN Bengkulu Libatkan Ribuan Mitra
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari SH MH -Budhi Sulaksono/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) terus mendorong penurunan angka stunting melalui semangat gotong royong masyarakat.
Program ini mengoptimalkan peran orang tua asuh yang berasal dari individu, komunitas hingga BUMN dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui intervensi nutrisi, sanitasi, edukasi serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Seluruh upaya tersebut difokuskan pada seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.
BACA JUGA:Awal 2026, Pendapatan Negara di Bengkulu Capai Rp 149,6 Miliar
BACA JUGA:Polda Bengkulu Ungkap Mafia Pupuk, 2 Orang Diamankan, 10 Ton Pupuk Disita
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kependudukan dan juga Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melibatkan lebih dari seribu mitra lintas sektor. Konvergensi ini dilakukan untuk memperkuat pendampingan terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS) sebagai bagian dari percepatan pencegahan stunting di daerah.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari SH MH menyampaikan bahwa aksi peduli stunting di Bengkulu melibatkan lebih dari seribu mitra yang mana secara aktif mendampingi sebanyak 29.325 keluarga berisiko stunting.
“Mitra yang terlibat berasal dari berbagai unsur, diantaranya dua lembaga BUMN, tiga lembaga swasta, 263 perorangan, serta 1.061 komunitas dan juga kelompok masyarakat,” ungkap Zamhari, Senin, 2 Maret 2026.
Dirinya menjelaskan, para mitra tersebut berperan aktif di dalam berbagai bentuk intervensi, mulai dari pemberian nutrisi kepada 990 penerima manfaat, perbaikan tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan sarana air bersih bagi 66 sasaran KRS hingga pembangunn jamban sehat untuk 623 sasaran KRS.
BACA JUGA:Kawal Kasus Korupsi Pertambangan PT RSM, Kejati Bengkulu Siapkan 13 Jaksa
BACA JUGA:Simpan Sabu, 2 Pemuda Teluk Segara Ditangkap
"Kegiatan edukasi juga telah menjangkau 27.537 penerima manfaat berguna untuk meningkatkannya pengetahuan keluarga dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas," bebernya.
Zamhari juga menegaskan, penguatan KRS tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui keterlibatan aktif dari para mitra, intervensi yang dilakukan tidaklah hanya bersifat bantuan sesaat, tapi juga edukatif dan berkelanjutan.
"Tentunya program ini haruslah mencakup pemenuhan gizi, pendampingan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan kapasitas keluarga dalam mencegah stunting secara jangka panjang," tandasnya. (budhi)