DPRD Targetkan Tuntas 6 Bulan, Pansus PT ABS dan Jatropha Bekerja
RENALD/BE Dua Tim Pansus telah bekerja menyelidiki permasalahan yang melibatkan dua perusahaan sawit, yaitu PT ABS dan PT Jatropha Solutions.--
Harianbengkuluekspress.id – DPRD Bengkulu Selatan membentuk dua panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki permasalahan yang melibatkan dua perusahaan sawit, PT Agrindo Baruna Sejahtera (ABS) dan PT Jatropha Solutions. Keduanya diberi tenggat waktu selama enam bulan untuk merampungkan tugasnya.
Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Juli Hartono SE MP menegaskan pentingnya kerja cepat dan transparan. Sebab kedua tim pansus yang ada telah resmi dibentuk sejak 17 Maret 2025.
“Enam bulan waktunya dan memang harus tuntas. Tim harus kerja maksimal, masyarakat menanti hasil kerja,” tegas Juli pada Rabu 16 Maret 2025.
Pansus memiliki tugas utama menggali data, memanggil pihak terkait, hingga menelusuri langsung ke lapangan. Juli menegaskan, DPRD tidak memiliki kepentingan lain dalam pembentukan pansus ini selain untuk menjawab keresahan masyarakat atas aktivitas perusahaan yang dinilai bermasalah.
“Soal hasil Pansus, bisa saja direkomendasikan kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.
BACA JUGA:Bupati Kaur Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan
BACA JUGA:UMB Resmi Terima SK Pengelolaan KHDTK dari Menhut RI, Begini Pernyataan Rektor UMB
Sementara itu, Ketua Pansus PT Jatropha Solutions, Iin Setiawan, AMd mengungkapkan timnya telah mulai bekerja dengan mengumpulkan data dari dinas-dinas teknis serta menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi perkebunan.
“Kalau untuk kerja kami sudah mulai. Perkembangan terbaru, kami segera ke lapangan. Persiapan sudah kami lakukan,” ujar Iin.
Senada, anggota Pansus Jatropha, Nissan Deni Purnama, menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Pertanian dalam mengungkap pihak-pihak yang terlibat. Ia bahkan menyebut ada sekitar 120 saksi yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.
“Tolong saya minta juga kepada Dinas Pertanian, orang-orang yang terlibat atau terkait dengan perusahaan ini, saya minta hadirkan minimal setengah,” pintanya.
Di sisi lain, Pansus PT ABS disebut belum menunjukkan pergerakan yang signifikan. Namun Ketua Pansus, Yaumil Hajil Akbar, memastikan bahwa timnya telah menyusun peta persoalan dan siap bekerja sesuai tenggat.
“Kita sudah petakan penanganan masalah ini, dan sekarang kami juga menggali data,” kata Yaumil.
DPRD berharap hasil kerja kedua pansus ini mampu menjawab berbagai persoalan di sektor perkebunan yang selama ini menjadi sumber konflik di Bengkulu Selatan. (Renald)