Program Cetak Sawah di Enggano Terkendala Ini
Kepala DTPHP Bengkulu Utara, Abdul Hadi --
harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) mencatat total lahan cetak sawah di Kecamatan Enggano mencapai 873 hektare. Data ini berdasarkan hasil dari Tim Survei Investigasi dan Desain (SID) Universitas Bengkulu (Unib) dan secara resmi juga telah di launching langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, pada Senin 21 Juli 2025. Hal tersebut disampaikan Kepala DTPHP Bengkulu Utara, Abdul Hadi saat disambangi di ruang kerjanya, Selasa 22 Juli 2025.
"Alhamdulillah, untuk program cetak sawah rakyat di Kecamatan Enggano sudah diresmikan dengan total 873 hektare lahan dari total usulan sebelumya diangka 1.200 hektare," ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa cetak sawah rakyat tersebut tersebar di tiga desa, yakni Desa Banjar Sari seluas 617 hektare, Desa Kahyapu seluas 203 hektare dan Desa Malakoni seluas 53 hektare. Menurutnya, upaya pencetakan sawah ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan daerah dan penguatan sektor pertanian di wilayah pesisir dan pulau terluar seperti Pulau Enggano.
"Untuk lahan terluas ada di Desa Banjar Sari dengan total 617 hektare lahan dengan total anggaran cetak sawah rakyat sebsar Rp 25,6 miliar," tambahnya.
BACA JUGA: DLH Mukomuko Tambah Tempat Sampah, Segini Jumlahnya
BACA JUGA: Sedekah Bumi di Rejang Lebong Sebagai Wujud Ini
Namun, sambungnya, proses optimalisasi lahan sawah tersebut masih menghadapi kendala, terutama di Desa Banjar Sari. Sebab akses jalan menuju lokasi lahan belum memadai dengan kebutuhan pembukaan badan jalan sepanjang 6,5 kilometer.
“Kami sudah menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, agar bisa segera dianggarkan pembangunan akses jalan tersebut,” ujar Kepala DTPHP BU.
Ia berharap, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, potensi pertanian di Enggano bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung swasembada pangan di Bengkulu Utara.
"Pemerintah daerah bersama pihak provinsi diharapkan segera merespon kebutuhan ini, mengingat potensi besar lahan pertanian yang dapat digarap dan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat lokal," tandasnya.(afrizal)