Harian Bengkulu Ekspress

Hak Paten Motif Batik Khas Mukomuko Diusulkan, Ini Tujuannya

Kadisperindagkop dan UKM Mukomuko, Nurdiana--

Harianbengkuluekspress.id  – Empat corak atau motif batik khas daerah Kabupaten Mukomuko bernama Batik Tando Pusako telah diusulkan hak patennya ke Kementerian Hukum dan HAM RI. 

“Sudah kami usulkan tentang hak paten empat motif Batik Tando Pusako, untuk mendapatkan sertifikat hak atas kekayaan intelektual (HAKI).Tujuannya agar tidak diklaim oleh daerah lain,” ujar Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko, Nurdiana SE MAP dikonfirmasi BE, Minggu 21 September 2025. 

Ia menyebutkan, sebelumnya Pemkab Mukomuko sudah mendapatkan HAKI soal motifnya karena motif itu sudah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 13 tahun 2021. Batik Khas Daerah ini terdiri atas empat motif, yakni lokan, sawit, carano, dan ikan mikih dan empat motif batik ini sudah ditetapkan dalam Perbup Kabupaten Mukomuko. Mukomuko kembali mengajukan untuk sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM, sehingga empat motif batik yang ada di wilayah ini tidak boleh diklaim daerah lain. 

"Pemkab mempatenkan empat motif Batik Khas Daerah Mukomuko dan diharapkan mendapat sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM," ujarnya.

BACA JUGA: Data PPPK Paruh Waktu di Mukomuko Diperbaiki, Segini Jumlahnya

BACA JUGA: DKPP Benteng Gelar Gerakan Pangan Murah, Ini Jadwalnya

Ia juga menyampaikan, pengajuan hak paten terhadap empat motif batik ini sudah melalui proses yang cukup panjang dengan melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan. Banyak sejarahnya mengapa daerah ini mengangkat empat motif batik dan alasannya bermacam-macam seperti salah satunya sawit. Di Provinsi Bengkulu, Kabupaten Mukomuko dikenal terbesar lahan perkebunan kelapa sawit, dan mayoritas masyarakat berkebun kelapa sawit. Lokan atau kerang yang hidup di dasar sungai di daerah ini sudah terkenal dari dulu termasuk masakan khas berbahan lokan, lalu ikan mikih juga terkenal dari dulu dari daerah ini. 

"Termasuk motif carano karena daerah ini sampai sekarang masih memegang kuat adat-istiadat, dan Kabupaten Mukomuko juga dikenal dengan sebutan Kapuang Sati Ratau Batuah," pungkasnya.(budi)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan