Waspada DBD dan Malaria, Ini Pesan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu

--

Harianbengkuluekspress.id - Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengajak masyarakat Bengkulu mewaspadai berbagai serangan penyakit yang diakibatkan kondisi cuaca yang berubah tak menentu. Berbagai penyakit yang perlu diwaspadai seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria.

Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, M Redhwan Arif SSos MPH mengatakan, ada beberapa penyakit yang patut diwaspadai pada musim pancaroba ini salah satunya DBD dan Malaria. Sebab pada perubahan cuaca yang ekstrim seperti sekarang ini berbagai penyakit bisa lebih cepat menyerang manusia.

"Semua penyakit seperti diare, berbagai pada usus, flu, dan demam cukup berbahaya, tapi ada dua penyakit berbahaya yang penting diwaspadai yakni DBD dan malaria," ujar Redhwan, Minggu 28 April 2024, kepada BE.

Beberapa Minggu terkahir, Bengkulu sudah memasuki musim hujan dengan intensitas ringan sampai tinggi, bahkan terkadang disertai angin badai yang cukup besar. Hal itu menyebabkan berbagai bakteri berkembang biak pada genangan air, begitu juga dengan kembang biak nyamuk penular malaria dan DBD.

BACA JUGA:Pembangunan Rumah Adat Dilanjutkan , Segini Anggaran yang Dikucurkan

BACA JUGA:Disnaker Data TKA, Ini Dia Tujuannya

"Kondisi Bengkulu saat ini sedang musim pancaroba ekstrem, berbagai bakteri dan bibit penyakit berkembang sangat cepat," terang Redhwan.

Dikondisi seperti ini, sangat penting untuk menjaga kondisi lingkungan untuk tetap bersih dengan terus meningkatkan kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal.

"Jika ingin tetap fit maka kita harus menjaga lingkungan kita tetap bersih dan bebas dari berbagai bibit penyakit," sambungnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut dalam program Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan akibat pancaroba ini.

BACA JUGA:Sempat Dinonaktifkan, Kepala SMAN 5 Kota Bengkulu Tak Disanksi, Hanya Dipindahkan ke Sekolah Ini

"Yang paling penting adalah tindakan promotif preventif yakni mencegah sebelum sakit. Hal itu hanya bisa terjadi jika masyarakat mengubah pola hidup dengan gaya hidup sehat," lanjut Redwan.

Masyarakat dinilai juga harus meningkatkan kebugaran fisik, caranya dengan olahraga teratur setiap hari, setidaknya selama 30 menit. Sebab menurutnya, pemutakhiran sarana dan prasarana infrastruktur kesehatan, bukanlah menjadi jaminan bagi masyarakat guna mendapatkan kehidupan yang sehat.

"Kuncinya mengatur pola hidup sehat dan rajin berolahraga serta tetap menjaga kebersihan," tuturnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan