Harian Bengkulu Ekspress

MAGIS Pengawasan Madrasah, Kemenag Hemat Rp 680 Miliar

Kemenag memiliki platform MAGIS untuk pengawasan madrasah -Istimewa/Bengkuluekspress-

 Harianbengkuluekspress,id- Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan daya saing madrasah dengan mengoptimalkan pengawasan berbasis digital.

 Dalam 100 hari pertama pelantikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i, Kemenag menyiapkan platform yang dinamakan Madrasah Digital Supervision (MAGIS).

Dirjen Pendidikan Islam, Amin Suyitno, mengatakan sistem ini dirancang untuk memudahkan proses supervisi, refleksi dan dukungan perencanaan bagi satuan pendidikan madrasah secara lebih efektif dan efisien.

Dengan MAGIS, supervisi madrasah dapat dilakukan secara digital, sehingga pengawas dan pendamping madrasah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien. dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih terencana. 

"Sistem ini memungkinkan pengawas untuk merefleksikan dan membuat rencana pengajaran secara lebih sistematis, lebih mudah, dan sederhana. Selain pengawas, kepala madrasah juga dapat menggunakan platform ini untuk mengevaluasi operasi madrasah mereka dan melakukan reformasi berbasis data" katanya. 

BACA JUGA: Subsidi Motor Listrik 2025 Segera Terbit, Begini Penjelasan Airlangga Hartarto

BACA JUGA:Buang Sampah Sembarangan, Ditangkap, Lalu Dikenakan Sanksi Ini

Ia juga menyebutkan bahwa kpala madrasah dapat terus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan melalui refleksi berbasis digital. 

"Guru dapat merefleksikan proses pembelajaran di kelas mereka dan mengimplementasikan reformasi yang lebih tepat. Guru juga dapat berkonsultasi dengan pengawas mereka jika mereka menemui hambatan dalam proses pembelajaran," jelasnya. 

Menggunakan platform ini dengan cara yang lebih terstruktur. Diharapkan semua pengawas, kepala madrasah, dan guru dapat memanfaatkan MAGIS secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Tobib Al-Asaihar, menekankan bahwa MAGIS merupakan inovasi strategis dalam proyek transformasi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengawasan madrasah.

“Platform ini akan membuat pengawasan menjadi lebih akuntabel dan menghemat lebih dari Rp 680 miliar dalam satu tahun,” ujar Thobib. Penghematan ini berasal dari biaya fotokopi formulir pengawasan, kata Thobib, dan potensinya sangat besar mengingat jumlah madrasah yang mencapai 86.343 unit.

BACA JUGA:Wajib Tahu, Ini Loh Daftar Penyakit Yang Diperiksa Pada Cek Kesehatan Gratis

BACA JUGA:Tim Persiman BS Diminta Harumkan Nama Bengkulu di Ajang Nasional Dalam Perlombaan Ini

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan