Proyek Pusdalops BPBD Kota Bengkulu 30 Persen , Ini Target Penyelesaiannya

IST/BE Pembangunan gedung Pusdalops yang berdampingan di kantor BPBD kota Bengkulu segera dituntaskan tahun ini.--

Harianbengkuluekspress.id - Proyek pembangunan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) saat ini sudah selesai sekitar 30 persen. Proyek bernilai Rp 1,5 miliar ini awalya ditargetkan tuntas pada April 2025, namun terjadi sedikit kendala akibat faktor cuaca hal ini membuat penyelesaian diperkirakan pada Mei 2025. 

"Saat ini progres terus berjalan, memang kondisi cuaca di Kota Bengkulu yang terus berubah sedikit minimbulkan keterlambatan," ujar pelaksana Proyek, Firdaus kepada BE, Minggu, 16 Januari 2025. 

Kontraktor tetap mengupayakan agar proyek ini bisa tuntas sesuai target awal yakni April, namun agar lebih maksimalkan pihaknya tetap mengajukan penambahan waktu. 

"Kita sudah mengajukan penambahan waktu mudah-mudahan dari pusat menyetujui pengajuan kami," terangnya. 

Diketahui, pusdalops diluncurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI pada Desember 2024. Pembangunan dilakukan serentak di 67 daerah se-Indonesia termasuk Kota Bengkulu. Proyek tersebut bagian dari Program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP). Bertujuan meminimalkan dampak bencana melalui penguatan aspek pencegahan dan kesiapsiagaan.

BACA JUGA:Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Hambat Pembangunan, Ini Pernyataan Wali Kota Bengkulu Terpilih Dedy Wahyudi

BACA JUGA:Ciri dan Model Desain Rumah Pembawa Rezeki dan Keberuntungan, Cek Yuk 

"Strukturnya dibangun seluas 12x18 meter satu lantai, namun fungsinya sebagai pusat informasi dan penanganan kebencanaan," jelasnya. 

Selain bangunan, nantinya dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung kerja BPBD. Sistem operasi yang canggih mempermudah seluruh perangkat komunikasi yang terhubung dengan seluruh pihak terkait baik daerah maupun tingkat nasional. Ditambahkan Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi dengan adanya Pusdalops diharapkan koordinasi antar instansi dan pemangku kebijakan semakin efektif dan bisa lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana dimasa depan. 

"Pusdalops ini pusat koordinasi yang sangat penting. Ada sistem peringatan dini seperti BMKG agar diteruskan ke masyarakat. Dengan demikian ditetapkan langkah mitigasi ke wilayah terdampak bencana," imbuhnya. (Medi Karya Saputra)

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan