Heboh Seruan Tarik Uang dari Bank, OJK Angkat Bicara, Begini Penjelasannya

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara)-Tangkap layar/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat suara  terkait munculnya seruan  menarik uang  simpanan dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) atau Bank BUMN. 

Seruan itu terkait dengan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara). 

Seruan  yang disebarkan melalui media sosial merupakan kekhawatiran dan kecemasan  masyarakat tentang stabilitas keuangan di bank.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae  mengatakan saat ini pihaknya  tengah mengawasi secara ketat keaslian penarikan dana yang tidak lazim ke bank-bank BUMN. 

Menurut Diane, seruan  tersebut tidak perlu dikhawatirkan. 

“Kami terus memantau bank-bank untuk melihat apakah ada penarikan dana yang tidak wajar ke bank-bank BUMN sebagai akibat dari seruan yang tidak bertanggung jawab ini,” kata Dian. 

BACA JUGA:Sambangi Kementerian Lingkungan Hidup, DLH Kota Bengkulu Sampaikan Usulan Ini

BACA JUGA:Dilantik Presiden Prabowo, Ini Komitmen Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy - Ronny

Lebih lanjut Dian mengatakan bahwa tidak ada penarikan dana dalam jumlah yang tidak wajar seperti yang disebutkan dalam seruan  tersebut. Ia percaya bahwa masyarakat sudah bisa memahami isu-isu yang tidak benar. 

Disisi lain, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan mengatakan seruan ini menggambarkan kekhawatiran masyarakat atas kasus yang terjadi di Malaysia, yaitu  badan investasi milik negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didirikan pada tahun 2009. 

Lembaga investasi yang didirikan oleh Perdana Menteri Najib Razak ini telah menjadi sumber skandal penyalahgunaan kekuasaan, pencucian uang, dan korupsi yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan para pendukungnya. 

Kalau saya melihat seruan ini kan terkait Danantara dimana ada kekhawatiran akan terjadi seperti yg terjadi pada kasus 1MDB Malaysia tapi menurut saya agak terlalu berlebihan untuk menjudge sesuatu yg belum terjadi,” ujarnta.

Trioksa menekankan bahwa seruan tersebut tidak ada hubungannya dengan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank BUMN atau (terhadap) Himbara. 

BACA JUGA:Dilantik Presiden Prabowo, Ini Komitmen Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy - Ronny

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan