Harian Bengkulu Ekspress

Helmi - Mian Cari Solusi Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Wagub Bengkulu, Ir H Mian mengaku pihaknya akan mempriotaskan pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai.-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id - Pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menjadi prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, H Helmi Hasan SE - Ir Mian agar kapal-kapal besar bisa lagi masuk ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Wagub Bengkulu, Mian mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berkomitmen untuk mempercepat pengerukan alur pelabuhan. Karena pendangkalan itu tidak boleh lagi dibiarkan, hingga membuat arus kapal menjadi terkendala.

"Semua by proses tentunya. Kita lakukan percepatan," tegas Mian.

Dijelaskannya, pemerintahan sebelumnya telah melakukan upaya untuk mempercepat pengerukan alur. Caranya dengan melibatkan pelaku usaha pelabuhan, untuk iuran membiayai pengerukan alur. Hanya saja, upaya itu masih belum terealisasi. Tidak menutup kemungkinan, upaya tersebut akan dilanjutkan.

BACA JUGA:Telkomsel Hadirkan Nelpon Spesial Bagi Pelanggan, Simak Cara Mengaktifkannya

BACA JUGA:Peminjam KUR BRI Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, Berikut Keuntungannya

"Plt Gubernur Bengkulu Rosjonsyah sebelumnya telah gerak cepat, untuk menemui Menhub, Direktur Pelindo akan ada konsorsium untuk upaya itu (pengerukan alur)," tegasnya.

Menurut Mian, pengerukan alur di tengah pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran, bukan pekerjaan mudah dan cepat. Perlu adanya koordinasi ke semua pihak.

"Bukan pekerjaan mudah dan cepat, harus berkoordinasi," tutur Mian.

Meski demikian, Mian menegaskan, satu persatu dampak pendangkalan alur akan diselesaikan. Seperti hambatan pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM). Komitmennya, agar BBM distribusinya bisa lancar dan tidak ada potensi antrean panjang kendaraan yang akan mengisi BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Kita atasi BBM yang sering macet dan antre," ujarnya.

Mian mengatakan, dirinya sebelum dilantik telah bertemu langsung dengan Executive General Manager PT Pertamina Sumbagsel di Palembang. Dirinya meminta kepada Pertamina untuk mendistribusikan sisa kuota BBM tahun 2024 yang tidak bisa didistribusikan ke Provinsi Bengkulu karena pendangkalan alur.

"Kita akan surati. Nanti distribusinya bisa dikirim lewat darat. Nanti dari Kabupaten Rejang Lebong bisa dikirim lewat Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan. Lalu untuk Kabupaten Mukomuko bisa dikirim dari Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat," tutup Mian. (151)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan