Demo Kritik Prabowo Bentrok, Mahasiswa dan Polisi Ada yang Terluka

Massa mahasiswa dari Aksi Bumi Rafflesia Melawan terlibat bentrok dengan polisi saat memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dalam aksi mengkritik sejumlah kebijakan Presiden Prabowo, Senin, 24 Februari 2025.-RIO/BE-
Harianbengkuluekspress.id - Demo ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Bengkulu Melawan di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu berakhir bentrok.
Demo yang digelar Senin, 24 Februari 2025 mulai pukul 13.36 WIB itu, membuat aparat kepolisian dan mahasiswa tidak mampu menahan emosi. Meskipun awalnya demo digelar secara tertib.
Bahkan aparat kepolisian yang menjaga demo terus berusaha tidak terpancing, agar ratusan mahasiswa tersebut bisa menyampaikan aspirasinya.
Aparat kepolisian yang dibantu oleh anggota TNI sempat kewalahan. Bentrok terjadi hingga semprotan air dari mobil water cannon diarahkan kepada massa.
Aparat kepolisian tidak bisa menahan mahasiswa yang memaksa masuk ke halaman Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:KPU Provinsi Bengkulu Hentikan Sewa Kendaraan Dinas, Ini Penyebabnya
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno sempat mendinginkan mahasiswa dari HMI, PMII, IMM, GMNI dan BEM tersebut. Sempat terjadi negosiasi, hingga memutuskan perwakilan mahasiswa masuk ke gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
Namun yang terjadi mahasiswa justru ramai-ramai merangsek naik ke Gedung Utama DPRD Provinsi Bengkulu.
Pihak kepolisian dan TNI kembali mengajak mahasiswa negosiasi, untuk bisa bertemu langsung dengan anggota DPRD Provinsi. Akhirnya, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, Agus Riyadi menemui para mahasiswa.
Namun, belum selesai menyampaikan aspirasi atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menyebabkan kondisi sosial, politik, ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat, bentrok mahasiswa kembali terjadi pada pukul 16.23 WIB.
Massa terus didesak aparat kepolisian untuk keluar dari halaman Gedung DPRD. Sempat terjadi saling pukul, dan lembaran batu. Beberapa orang mahasiswa dan aparat kepolisian sempat terluka. Bahkan ada mahasiswa yang terluka di bagian kepala.
Hingga pukul 19.00 WIB, massa masih bertahan di jalan depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Hingga sekitar pukul 19.15 WIB, para mahasiswa memutuskan mundur untuk membubarkan diri.
Jenderal Lapangan Aliansi Bengkulu Melawan, Rizki Perdana mengatakan, dalam bentrok yang terjadi, setidaknya ada sekitar 27 orang mahasiswa menjadi korban pemukulan aparat kepolisian.