Warga Diminta Tidak Panik, Stok Elpiji Aman Kata Pejabat Ini

RENALD/BE Personel Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan saat mengecek tersedia dan harga gas LPG secara rutin.--

Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Polres Bengkulu Selatan memastikan stok gas elpiji tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Meskipun dalam beberapa hari terakhir warga mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, pihak berwenang menegaskan tidak ada kelangkaan, hanya kepanikan berlebihan di masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah mengungkapkan bahwa setiap hari lebih dari 7.000 tabung gas elpiji didistribusikan ke 11 kecamatan di Bengkulu Selatan. Pihaknya telah melakukan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, termasuk gas elpiji.

"Dari hasil pantauan kami di lapangan, stok elpiji di pangkalan tetap aman dan jumlahnya tidak berkurang dari hari-hari biasanya. Namun, karena masyarakat panik, mereka membeli dalam jumlah banyak, sehingga terlihat seolah-olah ada kelangkaan," ujar Binagransyah, Senin 24 Maret 2025.

Ia menegaskan, jika distribusi tetap berjalan normal dan tidak ada tindakan penimbunan, maka stok gas elpiji akan cukup hingga setelah Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak memborong gas secara berlebihan karena justru dapat memicu kelangkaan semu.

"Gas elpiji cukup hingga Lebaran nanti, jadi tidak perlu panik. Kami juga meminta kepada agen agar mendistribusikan gas secara tepat sasaran, terutama untuk elpiji subsidi 3 kilogram agar benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak," tambahnya.

BACA JUGA:Indikasi Pungli, Polres Bengkulu Imbau Hubungi Kontak Darurat

BACA JUGA:Tidak Hanya Indonesia, Berikut 9 Negara Dengan Tradisi Pulang Kampung, Ini Daftarnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, IPTU M. Akhyar Anugerah SH MH menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan pada Sabtu 22 Maret 2025/untuk mengecek ketersediaan bahan pokok dan gas elpiji. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya kelangkaan seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

"Kami telah melakukan pengecekan ke sejumlah pangkalan dan agen. Semua dalam kondisi aman, tidak ada gejolak. Memang ada perbedaan harga di tingkat pengecer, tetapi stok tetap tersedia," kata IPTU Akhyar.

Ia merinci bahwa harga gas elpiji 3 kilogram di pangkalan resmi masih stabil di angka Rp 19 ribu per tabung, sedangkan di pengecer bisa mencapai Rp25 ribu per tabung. Untuk gas elpiji 5,5 kilogram, harga di pangkalan Rp 94 ribu, sedangkan elpiji 12 kilogram dijual Rp 194 ribu per tabung.

"Ada selisih harga di pengecer, tetapi itu wajar karena pengecer tidak termasuk dalam jalur distribusi resmi. Yang penting, stok di pangkalan tetap tersedia untuk masyarakat," jelasnya.

Untuk menghindari praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat, Polres Bengkulu Selatan telah memberikan peringatan keras kepada agen dan pelaku usaha agar menyalurkan gas elpiji sesuai aturan.

"Kami sudah ingatkan, jangan sampai ada yang menimbun. Jika ditemukan ada oknum yang dengan sengaja menimbun gas elpiji untuk keuntungan pribadi, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas IPTU Akhyar.

Polres Bengkulu Selatan juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan. Jika menemukan indikasi penimbunan atau permainan harga yang tidak wajar, masyarakat diminta segera melaporkan ke pihak berwenang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan