Bulog Serap 1.023 Ton Gabah Lokal, Ini Daerah Penghasil Padi di Bengkulu
IST/BE Pemimpin Wilayah Kanwil Bulog Bengkulu Dody Syarial memantau panen petani gabah dan beras petani lokal di Bengkulu, yang siap diserap Bulog.--
Harianbengkuluekspress.id - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu terus bergerak cepat dalam melaksanakan tugas serap gabah petani untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Bengkulu Dody Syahrial mengungkapkan, Bulog telah mendapatkan amanah untuk menyerap gabah sebanyak 3 juta ton secara nasional pada 2025 sebagai upaya stabilisasi pangan.Gabah itu diserap dari petani lokal, termasuk petani Bengkulu.
"Ini amanah yang harus kita jalankan sebagai cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sebanyak 3 juta ton," ujar Dody, Rabu 9 April 2025 kepada BE.
Dody mengatakan, untuk wilayah Bengkulu sendiri, Bulog mendapatkan jatah serapan sebanyak 1.023 ton gabah petani. Program serapan ini telah bergulir sejak bulan Februari, Maret, dan April. Dari 2 bulan serapan gabang yang dilakukan, Bulog telah menyerap sekitar 760 ton gabah, atau sekitar 75 persen dari target yang ditetapkan.
"Serapan kita on progress, hingga tanggal 8 April kita terus melakukan penyerapan di lapangan, khususnya di daerah potensi," jelasnya.
BACA JUGA:KPU Fasilitasi APK untuk Paslon PSU
Dody menegaskan, Bulog terus berupaya menyerap gabah petani di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Seperti di Kabupaten Bengkulu Tengah, Lebong, Seluma, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong hingga ke Kabupaten Mukomuko. Meskipun diketahui, Provinsi Bengkulu bukan merupakan daerah produsen utama padi.
"Kita akan terus menyerap gabah petani di daerah, walaupun Bengkulu bukan daerah produsen utama. Beberapa daerah yang menjadi fokus serapan kita antara lain Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan dan Mukomuko," tambah Dody.
Lebih lanjut, Dody menyampaikan Kabupaten Mukomuko diperkirakan memasuki masa panen pada minggu keempat April hingga Mei. Bulog berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Mukomuko hingga TNI untuk mengoptimalkan serapan gabah di wilayah Bengkulu yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.
"Kita akan koordinasi dengan pemda setempat, agar penyerapan gabah di Mukomuko bisa maksimal," tuturnya.
BACA JUGA:ASN Kinerja Terbaik Direward Umrah, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Jelaskan Begini Penilaiannya
Dody menegaskan, Bulog Bengkulu terus menyerap gabah petani. Karena gabah yang diserap itu untuk memberikan kontribusi terhadap ketersediaan cadangan beras pemerintah. Termasuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani maupun konsumen.
"Pemerintah ini hanya menyerap 10 persen gabah hasil petani. Karena, gabah yang ini untuk beras cadangan pemerintah," ujarnya.