Harian Bengkulu Ekspress

Listrik di Enggano Dikurangi, Ini Jadwalnya

Asisten II Setdakab BU, Heru Susanto ST --

harianbengkuluekspress.id  - Jam operasi listrik di pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara akan dikurangi yang hanya menjadi 12 jam sehari. Pengurangan listrik di pulau terluar  tersebut dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dari pukul 05.00 WIB hingga 11.00 WIB dan sore 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Asisten II Setdakab BU, Heru Susanto ST membenarkan hal tersebut. Dimana menurutnya pengurangan jam operasi listrik ini  diakibatkan dengan pasokan BBM PLN disana mulai menipis.

"Ya, benar terkait dengan pengurangan jam operasi listrik di Enggano disebabkan stok BBM PLN disana mulai menepis, karena belum ada pasokan baru BBM dari Pertamina yang akibat dari pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai. Sehingga pihak PLN terpaksa mengurangi jam operasi listrik disana agar kebutuhan listrik terpenuhi," ujarnya, Rabu 23 April 2025.

Ditambahkannya, bahwa dalam upaya pengurangan jam operasi listrik di Enggano tidak berlarut-larut berdasarkan informasi dari pihak ULP PLN Arga Makmur telah bersurat kepada pihak PT Pertamina Padang, Sumatera Barat agar dapat menyalurkan BBM ke Enggano yang diestimasikan pasokan BBM ke Enggano akan tiba 3 hingga 4 hari kedepan dari Pertamina Padang. Diharapkan dengan adanya suplai BBM dari Padang, maka listrik di Enggano bisa kembali normal.

"Sebagai upaya agar pengurangan listrik disana tidak berlarut larut, tadi pihak ULP PLN Arga Makmur telah mengirim surat ke Pertamina Sumbar agar dapat mengirim suplai BBM dari sana. Mudah-mudahan bila disetujui, estimasi suplai BBM dari sana akan tiba 3 hingga 4 hari kedepannya," tambahnya.

BACA JUGA:Calon Paskibraka Terpilih di Mukomuko Belum Diumumkan, Ini Penyebabnya

BACA JUGA: Jalan Sekolah Rusak Parah ,Wagub Telepon Gubernur Sampaikan Permintaan Ini

Sementara itu, Camat Enggano, Santoso MD saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa adanya pengurangan jam operasi listrik di Enggano akibat pasokan BBM PLN sudah mulai menepis. Akan tetapi Camat menyampaikan, bahwa dengan adanya pengurangan jam operasi listrik di sana tidak membuat masyarakat Enggano khawatir, hal ini dikarenakan masyarakat Enggano sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Akan tetapi yang dikhawatirkan masyarakat Enggano perputaran ekonomi masyarakat, karena masyarakat Enggano sekitaran 80 hingga 85 persen bergantung dari penghasilan pertanian dan laut. Bila alat transportasi menuju keluar masuk ke Enggano terganggu masyarakat pun tidak dapat mengeluarkan hasil Bumi mereka yang membuat Krisis ekonomi masyarakat.

"Kalau masyarakat di sini tidak khawatir dengan adanya pemadaman listrik dan hanya 12 jam yang dikhawatirkan masyarakat alat transportasi yang terhambat ini yang membuat krisis ekonomi masyarakat," terangnya.

Maka dari itu, dirinya selaku perwakilan masyarakat Enggano berharap, permasalahan transportasi ke Enggano akibat pendangkalan alur pulau Baai dapat segera teratasi sehingga perputaran ekonomi kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas lancar seperti biasanya.

"Kami harap permasalahan transportasi ini segera teratasi. Sehingga perputaran ekonomi kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas lancar seperti biasanya," tandasnya.(afrizal)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan