Operasi Pasar Kendalikan Harga Cabai, Ini Penjelasan Kabid Pengembangan Perdagangan Disperdagrin Kota Bengkulu
IST/BE Petugas Disperdagrin saat melakukan pemantauan harga sejumlah bahan pokok di pasar. --
Harianbengkuluekspress.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu memonitoring harga sejumlah bahan pokok dipasaran. Salah satu komoditi yang menjadi sorotan cabai merah. ada kenaikan harga terhadap cabai merah yang awalnya Rp 35-40 ribu per Kilgoram (kg) saat ini naik menjadi Rp 54-60 ribu per Kg.
Dijelaskan Kabid Pengembangan Perdagangan Disperdagrin Kota Bengkulu, Jasya Arif kepada BE, Minggu, 27 April 2025, "Kita turun ke lapangan setiap hari memantau harga, untuk komoditas lain cenderung stabil namun untuk cabai mulai menunjukkan kenaikan."
Diketahui, kenaikan ini telah terjadi hampir 2 minggu sebagian besar pedagang terpaksa menjual harga tinggi karena tergantung dengan pasokan yang menipis. Disampaikan Jasya, setelah diidentifikasi kenaikan ini disebabkan beberapa faktor salah satunya kondisi cuaca ekstrem dibeberapa daerah pemasok. Selain itu juga disebabkan transportasi yang sulit dibeberapa petani.
"Untuk mengendalikan harga cabai ini kita berencana menggelar operasi pasar, targetnya pada awal bulan Mei," jelasnya.
BACA JUGA:Sekolah Energi Bersih Jilid 3, Ini Penjelasan Ketua Kanopi Hijau Indonesia Bengkulu
Saat ini Disperindag masih menyelesaikan administrasi untuk pelaksanaan operasi pasar tersebut agar bisa terlaksana secara merata di 9 kecamatan. Ia menuturkan, operasi pasar ini dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di pasaran. Sehingga, diharapkan kegiatan ini tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga murah. Namun, ada ketentuan dalam skala pembelian barang, dan pasar murah ini hanya diperuntukkan bagi ibu rumah tangga saja.
"Kita hanya memfasilitasi khusus ibu rumah tangga, bukan untuk pedagang. Karena harganya murah maka bisa dibeli sesuai kebutuhan bukan untuk dijual lagi," jelasnya.
Disisi lain ia mengungkapkan, kenaikan harga bahan pokok dipasaran masih terus diawasi. Dan juga melakukan pemantauan harga di lapangan agar cepat stabil. Kemudian, berkoordinasi dengan para distributor lokal maupun luar daerah terkait pasokan bahan sembako, tidak terjadi potensi penimbunan dan sebagainya. (Medi Karya Saputra)