12 Daftar Madrasah Pilot Projek Kurikulum Berbasis Cinta, Ini Sebarannya
Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah.-Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Sebanyak 12 Madrasah ditunjuk oleh kementerian Agama (Kemenag) sebagai madrasah pilot projek implementasi kurikulum berbasis cinta.
Tujuannya untuk mendorong transformasi pembelajaran madrasah yang lebih humanis serta berbasis nilai-nilai kasih sayang.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Tugas Nomor 79/Dt.I.I/04/2025 yang ditandatangani Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, pada 25 April 2025.
Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat pelaksanaan program strategis Direktorat KSKK Madrasah untuk menghadirkan kurikulum yang berorientasi pada karakter, kemanusiaan, dan kasih sayang.
"Ini bukan hanya soal kurikulum, melainkan gerakan pendidikan berbasis kasih, empati, dan kemanusiaan yang nyata. Madrasah harus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan serta penuh nilai," ujar Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah.
BACA JUGA:Pembangunan Tempat Wudhu dan MCK Masuk Tahap Pemlesteran, TMMD Ke-124 Kodim 0408/BS
Sebagai bagian dari persiapan implementasi, Kemenag telah melaksanakan uji publik terhadap panduan implementasi kurikulum ini. Sebanyak. 20.134 responden, termasuk guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan berpartisipasi.
Madrasah piloting Kurikulum Berbasis Cinta(KBC) memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung keberhasilan program ini.
"Mereka ditugaskan untuk melaksanakan penguatan implementasi KBC di lingkungan madrasah, menyiapkan dokumen perencanaan pembelajaran, asesmen, dan pelaporan yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, serta mendokumentasikan praktik-praktik baik yang muncul selama pelaksanaan KBC. Selain itu, setiap madrasah juga diwajibkan melaporkan hasil pelaksanaan program kepada Direktorat KSKK Madrasah melalui Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi masing-masing." katanya.
Melalui pendekatan ini, diharapkan madrasah dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter yang luhur dan berakhlak mulia.
Program Kurikulum Berbasis Kasih menjadi bagian dari komitmen besar Kementerian Agama dalam mencetak generasi unggul, berdaya saing global, akan tetapi tetap membumi dalam nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
"Melalui KBC, kita ingin memastikan bahwa proses belajar tidak hanya mencerdaskan, tapi juga menghangatkan serta menumbuhkan karakter anak didik sebagai insan rahmatan lil alamin," tambah Nyayu.
BACA JUGA:“AI for Empowering Generations” jadi Semangat NextDev Summit ke-10