Wisata DDTS Gratis, Ini Pernyataan Wali Kota Bengkulu
RIO/BE Memastikan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) bisa dikunjungi secara gratis oleh masyarakat menjadi Salah satu program 100 hari kerja pertama Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing.--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kota Bengkulu memastikan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) bisa dikunjungi secara gratis oleh masyarakat. Hal ini menjadi target Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing.
"Kita ingin orang yang datang ke danau tidak perlu pikir lagi apakah bayar atau tidak. Dan penataan ini yang sedang kita lakukan agar lebih baik," ujar Dedy saat dikonfirmasi BE.
Wali kota meminta agar semua lapisan masyarakat termasuk pedagang setempat untuk mendukung penataan tersebut. Meski masih ada beberapa oknum yang mencoba menghentikan rencana tersebut dengan cara-cara yang kasar dan mengadu domba pemerintah dengan pedagang.
"Camat dan lurah terus melakukan pendekatan nanti meja dan kursi harus dipindah ke seberang jalan atau dekat dengan warung mereka bukan di tepi danau," terangnya.
BACA JUGA:PAD TKA di Kota Bengkulu Lampui Target, Segini Nilai Capaiannya
BACA JUGA:Kasus Pembebasan Lahan Pemkab Seluma: Kejari Sita 3 Bidang Tanah
Terkait kejadian viral meja dan kursi pedagang dirusak dan diceburkan ke danau, Dedy tidak akan melakukan proses lebih panjang ke jalur hukum. Karena, sejak kejadian tersebut semua masyarakat setempat terus mengawasi. Jadi hampir bisa dipastikan kejadian yang sama tidak terulang.
"Tidak perlu kita lapor melapor secara hukum, biarkan saja saya maafkan oknum yang telah memfitnah saya. Namun satu hal yang pasti, penataan Danau Dendam Tak Sudah akan tetap dilanjutkan," tegas Dedy.
Disisi lain, pemkot mengedukasi dan mensosialisasikan kepada para pedagang terkait perekonomian wisata. Dengan demikian, wisatawan akan semangat berkunjung ke lokasi tersebut jika ada pelayanan yang ramah dan harga kuliner yang murah. Jika tingkat kunjungan ramai, maka berdampak positif pada perputaran ekonomi yang memiliki usaha di kawasan tersebut.
" Spirit kita jelas, penataan wisata bukan sekadar mempercantik wajah kota, tapi juga mendongkrak perekonomian dan PAD. Kawasan DDTS punya potensi besar dan caranya harus diubah agar tidak stagnan," tambahnya. (Medi Karya Saputra)