Harian Bengkulu Ekspress

SID-Oplah Tunggu Final, Ini Target Cetak Sawah Baru di Bengkulu

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) terus mendorong program peningkatan produksi pertanian melalui perluasan areal tanam dan optimasi lahan.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, M Rizon mengungkapkan, saat ini Dinas TPHP sedang menyusun Studi Identifikasi dan Desain (SID) untuk kegiatan cetak sawah dengan target luasan mencapai 2.200 hektare.

“Alhamdulillah, dari alokasi 2.200 hektare, beberapa di kabupaten seperti di Rejang Lebong, Seluma dan di Bengkulu Utara SID-nya sudah hampir rampung,” ucap M Rizon kepada BE.

Pelaksanaan konstruksi untuk cetak sawah tersebut direncanakan dimulai pada pertengahan Juni 2025 ini. Program ini menjadi salah satu langkah strategis di dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun secara nasional. Selain cetak sawah baru, Dinas TPHP juga akan menjalankan program optimasi lahan (Oplah) yang mencakup luas sekitar 12 ribu hektare. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan-lahan yang mana selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

BACA JUGA:Remaja Putri Dianjurkan Konsumsi Tablet Tambah Darah, Kepala Dinkes Kota Bengkulu Beberkan Ini Manfaatnya

BACA JUGA: Tarik Investor Melalui Siikolu, DPMPTSP Kota Bengkulu Angkat Kearifan Lokal Bengkulu untuk Tujuan Ini

“Optimasi lahan ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota, sesuai dengan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah diajukan kepada kami,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap upaya perluasan dan juga optimalisasi ini mampu mempercepat tercapainya target produksi pertanian, khususnya padi di tengah berbagai tantangan seperti terkait perubahan iklim dan juga keterbatasan infrastruktur irigasi.

Program ini juga merupakan bentuk dari sinergi antara pemerintah pusat maupun daerah di dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi aktif petani dan kelompok tani di seluruh wilayah Bengkulu.

"Dengan optimalisasi ini, diharapkan lahan pertanian yang manasebelumnya kurang produktif dapat dimaksimalkan lagi guna mendukung swasembada pangan," tutup Rizon. (Bhudi Sulaksono)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan