RL, Benteng dan Mukomuko 3 Besar ISPA,
Kepala Bidang Program Pengendalian dan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu Ruslian SKM MSi--
Harianbengkuluekspress.id - ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Ini adalah kondisi medis yang umum terjadi seseorang mengalami peradangan pada saluran pernapasan, baik bagian atas (seperti hidung dan tenggorokan) maupun bagian bawah (seperti paru-paru).
ISPA dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri, atau jamur. Gejala ISPA bisa bervariasi, tetapi beberapa yang umum meliput, batuk (kering atau berdahak), hidung tersumbat atau pilek, sakit tenggorokan, demam, sesak napas atau sulit bernapas, sakit kepala, nyeri otot dan sendi lemas atau lelah, suara serak, pilek atau hidung berair, mual, muntah, atau diare dan nafsu makan menurun.
Kasus ISPA di Provinsi Bengkulu cukup mengkhawatirkan. Sampai akhir bulan Mei 2025, tercatat 7.443 kasus ISPA diderita masyarakat. Ada 3 Kabupaten masuk 3 besar yang masyrakatnya terbanyak terpapar ISPA. Yakni, Rejang Lebong (RL), Bengkulu Tengah Benteng) dan Mukomuko. Sementara ada 4 daerah tidak ada laporan ISPA, yakni Kota Bengkulu, Lebong, Seluma, dan Kepahiang.
Kepala Bidang Program Pengendalian dan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu Ruslian SKM MSi mengatakan kepada BE, Minggu, 15 Juni 2025, ''Data tersebut berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dari kunjungan pasien di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS). Sudah ada 7.443 kasus ISPA di Bengkulu."
BACA JUGA:Gubernur Minta Sekolah Swasta Tingkatkan Kualitas, Contohkan IT dan SMA Muhammadiyah 4
BACA JUGA:Basarnas Rejang Lebong Butuh Peralatan Ekstrikasi, Ini Kegunaannya
Dijelaskan Riuslan, kasus ISPA terbanyak tercatat di tiga kabupaten. Rejang Lebong menduduki peringkat pertama dengan 2.131 kasus, diikuti oleh Bengkulu Tengah dengan 1.898 kasus, dan Mukomuko dengan 1.613 kasus.
"Kasus ISPA juga ditemukan di Bengkulu Utara sebanyak 977 kasus, Bengkulu Selatan 526 kasus, dan Kaur 298 kasus," bebernya.
Menariknya, ada empat wilayah di Provinsi Bengkulu yang dilaporkan tidak terpapar ISPA dalam periode ini. Keempat wilayah tersebut adalah Kota Bengkulu, Lebong, Seluma, dan Kepahiang.
"Empat wilayah tidak ada laporan kasus ISPA," tambahnya.
BACA JUGA: Peminat PKA di Lebong Masih Nihil, Ini Penyebabnya
Ruslian mengatakan, data ISPA yang direkap ini mencakup seluruh kunjungan ke poli, Puskesmas, dan Rumah Sakit. Kasus itu, juga belum tentu mengarah pada infeksi berat. Artinya, data tersebut merupakan total kasus yang terdeteksi, termasuk yang ringan.
"Jadi belum tentu mengarah pada infeksi berat," ungkap Ruslian.
Disisi lain, Ruslian mengatakan, penyakit ISPA itu menyerang saluran pernafasan. Apalagi saat musim kemarau saat ini, kewaspadaan terhadap kasus ISPA perlu dilakukan. Gejala ISPA itu bisa seperti batuk, pilek, demam, mual hingga muntah. Termasuk diare, serta menurunkan nafsu makan.