Cetak Sawah Baru di BU Seluas Ini
Kepala Dinas TPHP BU, Abdul Hadi SPt--
harianbengkuluekspress.id - Dari hasil progres Survei Investigasi dan Desain (SID) oleh DTPHP Provinsi Bengkulu melalui pihak Universitas Bengkulu (Unib) untuk luas lahan cetak sawah baru di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) yang dipusatkan di Kecamatan Enggano ditetapkan seluas 630 Hektare. Hal tersebut diakui langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Abdul Hadi SPt saya ditemui di ruang kerjanya, Rabu 25 Juni 2025.
"Ya, dari hasil SID yang dilakukan oleh pihak Universitas Bengkulu, untuk lahan cetak sawah baru di Enggano totalnya ada 630 hektare ditetapkan dari total 1.000 hektare lahan yang diusulkan," ujarnya.
Ditambahkannya, lahan tersebut berada di Desa Banjar Sari seluas 380 hektare dan Kahyapuh seluas 250 hektare. Dan Jumlah ini kemungkinan akan bertambah, dimana pelaksanaan proses SID dilakukan, adanya lahan yang berpotensi untuk menjadi lokasi cetak sawah baru, seperti di desa Malakoni, namun untuk luas lahannya pun belum bisa dipastikan.
"Lokasi lahan cetak sawah baru ini berada di Desa Banjar Sari dan Kahyapuh. Dari hasil SID, tim mendapatkan bukan hanya di dua desa tersebut, akan tetapi ada satu desa lagi yang berpotensi untuk masuk dalam program cetak sawah yakni di Desa Malakoni, namun untuk luasan belum dapat kita pastikan berapa," tambahnya.
BACA JUGA:KPK Perdalam Penyelidikan Dugaan Korupsi Kuota Haji, Ketua AMPHURI Hingga Mantan Menag Dipanggil
Namun sambungnya, penambahan tersebut juga belum dapat dipastikan. Karena hal tersebut menunggu dari kesanggupan dari masyarakat setempat itu sendiri. Apakah mereka mau melaksanakan cetak sawah baru tersebut. Jangan sampai setelah dicetak sawah, masyarakat enggan menggarap lahan tersebut.
"Untuk kepastian penambahannya kita masih menunggu hasil dari tim SID, apakah memang ada penambahan lagi atau tidaknya," ungkapnya.
Abdul Hadi pun berharap, bahwa pelaksanaan program cetak sawah tersebut yang direncanakan sesuai jadwal pada bulan Juli 2025 mendatang dapat terealisasi sesuai jadwal. Meski proses pengerukan pintu alur pelabuhan Pulau Baai hingga saat ini belum tuntas. Akan tetapi dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) langsung dari Pak Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan pembangunan Pulau Enggano, hal tersebut dapat segera teratasi.
"Ini juga yang menjadi kendalanya, bahwa pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai masih dalam proses. Sehingga dikhwatirkan dapat menghambat proses dimulainya program cetak sawah baru di Enggano yang direncanakan di bulan Juli 2025 mendatang terhadap mobilisasi kesana. Namun dengan adanya Inpres Pak Prabowo Subianto terhadap percepatan pembangunan Pulau Enggano, kita harap kendala tersebut dapat segera teratasi, sehingga proses pelaksanaan dimulainya program cetak sawah baru dapat berjalan dengan baik," tandasnya.(afrizal)