Progres Pembangunan Masjid Agung di Benteng Baru Segini
Masjid Agung : Progres pekerjaan pembangunan Masjid Agung di Kabupaten Benteng telah mencapai 15 persen. -Bakti/BE -
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mulai melaksanakan pekerjaan pembangunan Masjid Agung.
Yaitu, di depan rumah dinas (Rumdin) Bupati Benteng, Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi.
"Alhamdulillah, kemarin sudah saya cek. Pekerjaan sedang berjalan dan sudah memasuki pekerjaan-pekerjaan dasar. Laporan yang masuk ke saya, pekerjaan yang sudah selesai mencapai 15 persen," ungkap Bupati Benteng, Drs Rachmat Riyanto ST MAP.
Pada tahun pertama, sambung Rachmat, Pemda Benteng telah menyiapkan anggaran senilai Rp 4,5 miliar untuk pembangunan masjid agung.
Dengan anggaran yang tersedia, kegiatan akan difokuskan pada pekerjaan bawah agar konstruksi bangunan menjadi lebih kokoh dan megah.
Selain pembangunan fondasi, anggaran juga digunakan untuk pembuatan pelapis tebing untuk menahan struktur tanah di sekitar lokasi bangunan Masjid Agung.
"Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan fondasi bagian bawah. Karena akan dibangun 2 lantai, maka pekerjaan bawahnya harus kuat," terang Rachmat.
BACA JUGA: 2.185 Pelajar di Lebong Ikuti Lomba Ini
BACA JUGA:Pembahasan 5 Raperda di Rejang Lebong Jadi Prioritas, Ini Penyebabnya
Lebih lanjut, pria yang menyandang gelar Baginda Maharaja Sakti 2 ini mengungkapkan, pembangunan Masjid Agung akan direalisasikan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemda Benteng.
Pembangunan akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dan ditarget tuntas pada periode pertama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Benteng, Drs Rachmat Riyanto ST MAP dan Tarmizi SSos.
Menginggat anggaran yang diperlukan cukup besar, terang Rachmat, Pemda Benteng memberi kesempatan bagi semua pihak untuk dapat berkontribusi dan memberikan sumbangan.
"Mari bersama-sama kita menanam kebaikan dan berinvestasi akhirat untuk membantu pembangunan Masjid Agung ini. Karena Masjid Agung ini milik bersama, bukan hanya milik Pemda Benteng," harap Rachmat.(bakti)