Harian Bengkulu Ekspress

Angka Perceraian Tinggi, Pemkot Luncurkan Sekolah Pra Nikah

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi saat menjadi saksi nikah warga.-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kota Bengkulu melakukan upaya untuk menekan angka perceraian yang dilakukan masyarakat. Salah satunya, meluncurkan sekolah menikah. 

Program ini diwacanakan bekerjasama dengan Kementerian Agama sebagai langkah untuk mengantisipasi usia pernikahan yang singkat. 

"Pemerintah siapkan program bernama sekolah menikah. Tujuannya untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah serta menekan angka perceraian," ujar Wali Kota, Dedy Wahyudi, Kamis, 14 Agustus 2025. 

BACA JUGA:Ribuan ASN Pemkot Bengkulu Ajukan Pindah, Begini Respons Wali Kota Dedy Wahyudi

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, Kejari Benteng Jadwalkan Pemanggilan Saksi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka perceraian di Kota Bengkulu yang ditanggani pengadilan Agama Bengkulu tahun 2024 sebanyak 899 kasus. 

Dari jumlah tersebut, 213 kasus adalah cerai talak (diajukan oleh suami), dan 686 kasus adalah gugatan cerai (diajukan oleh istri). 

Sementara itu, hasil pembaharuan data di tahun 2025 jumlah nikah di Kota Bengkulu sebanyak 2.248. Sedangkan angka perceraian 701 kasus yang terbagi cerai talak 150 kasus dan cerai gugat 551 kasus. 

"Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pernikahan, diharapkan angka perceraian dapat ditekan," jelas Dedy. 

Menurutnya, kasus perceraian dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko stunting pada anak. Stabilitas keluarga akan terganggu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi dan pengasuhan anak.

Sekolah menikah merupakan perumpamaan dalam meningkatkan proses pembinaan calon pengantin yang selama ini memang telah dilakukan. Hanya saja, hal ini masih dinilai kurang jika dibandingkan dengan kasus perceraian yang terus tinggi setiap tahun. 

"Perceraian di Kota Bengkulu ini tinggi. Nyo cerai, anak terlantar, tidak di urus, maka jadi stunting. Maka itu, butuh penanganan secara holistik menyelesaikan masalah ini," tandas Dedy. 

Harapan dari rencana ini setiap warga kota Bengkulu yang hendak menikah memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik dalam membina rumah tangga.

"Insya Allah dengan adanya pemahaman dari sekolah menikah, angka cerai turun," imbuhnya. (805)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan