Harian Bengkulu Ekspress

3 Sekolah di Bengkulu Terpilih Sebagai Sahabat Sekolah Dasar 2025, Ini Daftarnya

SD IT Generasi Rabbani menjadi salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai Sahabat Sekolah Dasar oleh Kemendikdasmen tahun 2025 -istimewa/bengkuluekspress-

Harianbrngkuluekspress.id- Sebanyak  tiga Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Bengkulu  terpilih menjadi Sahabat Sekolah Dasar 2025.

Ketiga sekolah tersebut adalah SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong, SDIT Generasi Rabbani Kota Bengkulu, dan SDN 103 Bengkulu Utara.

Dikutip dari akun media sosial LPMP Bengkulu,  Plt. Kepala BPMP Provinsi Bengkulu, Sabura Su’ud Putra menuturkan tahun ini, ada 81 SD dari Bengkulu mengikuti program Sahabat Sekolah Dasar. 

Dari jumlah sekolah tersebut, 15 sekolah lolos Tahap I, dan hanya 5 yang masuk seleksi wawancara.

" Alhamdulillah, akhirnya 3 sekolah terbaik resmi terpilih di tingkat nasional."  Ujar  Plt. Kepala BPMP Provinsi Bengkulu, Sabura Su’ud Putra dikutip dari akun medsos LPMP Bengkulu. 

Diketahui,  program Sahabat Sekolah Dasar merupakan inisiatif Direktorat Sekolah Dasar untuk memperkuat pendidikan karakter siswa kelas 4 dan 5 melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. 

BACA JUGA:Dorong Pemerataan Pendidikan & Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Mukomuko Siapkan 8.150 Seragam Sekolah Gratis

BACA JUGA:Kemendikdasmen Tetapkan 80 Sekolah Sahabat SD , Ini Daftar Sekolahnya

Peserta didik yang tergabung di dalamnya diarahkan menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan baik kepada teman sebaya dengan dukungan sekolah dan keluarga.

Capaian tersebut juga tidak lepas dari pendampingan yang konsisten dilakukan oleh tim BPMP Provinsi Bengkulu, yang terus mendorong sekolah agar mampu menanamkan budaya positif sekaligus memperkuat kapasitas guru dan peserta didik.

"Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Bengkulu, tetapi juga bukti nyata bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh kuat di satuan pendidikan." Jelasnya.

Sabura Su’ud Putra, turut menyampaikan selamat dan apresiasi kepada tiga satuan pendidikan yang berhasil lolos ke tingkat nasional. 

Ia berharap, internalisasi nilai-nilai karakter yang telah dibangun tidak berhenti pada tataran program, tetapi terus dihidupkan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sehingga menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.  (**)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan