Harian Bengkulu Ekspress

RSUD Lebong Minta Penambahan Anggaran Segini

Rapat: Manajemen RSUD Lebong ketika mengikuti rapat pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan tahun 2025 Kabupaten Lebong.- IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id  – Ikuti rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Perubahan tahun 2025 Kabupaten Lebong, pihak RSUD Lebong  meminta dan berharap kepada anggota Komisi I DPRD Lebong untuk bisa mengalokasikan anggaran tambahan.

Plt Direktur RSUD Lebong, dr Eni Efriyani mengatakan, bahwa kondisi keuangan di RSUD Lebong saat ini mebutuhkan perhatian serius, terutama untuk ketersediaan obat, kebutuhan tenaga kesehatan dan terkait kebutuhan lainnya.

“Kami meminta kepada legislatif dalam hal ini komisi I, saat ini kami membutuhkan perhatian serius,” sampainya, senin 01 september 2025.

Apalagi ucap Direktur, pasca Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang dialami ratusan pelajar di Kabupaten Lebong yang terjadi beberapa waktu yang lalu, obat banyak yang habis sehingga ketersediaan obat sudah sangat berkurang karena dipergunakan dalam penanganan KLB.

“Apa yang kita pinta mudah-mudahan disetujui,” harapnya.

BACA JUGA: Lapas Curup Programkan Tanam Seribu Pohon Kelapa, Ini Tujuannya

BACA JUGA: Mahasiswa Sampaikan 4 Tuntutan ke DPRD Rejang Lebong, Begini Isinya

Menanggapi apa yang telah disampaikan pihak RSUD Lebong, Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Lebong, Cahya Sectiantoro SH mengatakan, bahwa apa yang diminta oleh pihak RSUD Lebong terkait obat-obatan atau yang lainya, dari dewan siap memperjuangkannya.

“Dewan siap memperjuangkan dalam memenuhi apa yang dibutuhkan” ucapnya.

Namun demikian ucap Sekwan, dari pihak RSUD mapun pihak terkait lainnya juga harus bekerja sama dengan baik. Salah satunya yang diminta dengan melaporkan terkait penggunaan anggaran yang ada pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang sampai saat ini dewan belum menerima laporannya.

“Kami dari dewan membutuhkan laporan sebagai bentuk pengawasan,” tegasnya.

Ditambahkan Sekwan, dewan menginginkan laporan secara rinci namun laporan-laporan keuangan harus disampaikan ke dewan. Sehingga nantinya bisa diketahui penggunaan anggaran yang telah disalurkan dipergunakan untuk kebutuhan apa saja.

“Selama ini laporan secara terinci tidak disampaikan ke dewan,” tutupnya.(erik)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan