Harian Bengkulu Ekspress

Masih Dibuka, Pendaftar Tes Kompetensi Akademik SMA/SMK Tembus 2 Juta

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin-Istimewa/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id- Pendaftar Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2025 telah menembus 2 juta peserta. 

Dari jumlah tersebut, terdapat lebih dari 370 ribu peserta didik yang telah memilih mata pelajaran pilihan. 

Jumlah itu diketahui setelah pendaftaran TKA dibuka sejak 24 Agustus, diperkirakan jumlah itu akan terus bertambah  hingga  masa pendaftaran itu ditutup pada 5 Oktober 2025.

Pendaftaran masih berlangsung melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id, seluruh satuan pendidikan kelas 12 SMA/MA danelas 13 SMK program 4 tahun dapat mendaftarkan peserta didik untuk menjadi peserta TKA.

Para peserta didik juga dapat melakukan pelatihan soal TKA melalui Ayo Coba TKA pada laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ secara gratis.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa pelaksanaan rakor ini bertujuan untuk melakukan progres pengecekan data pendaftaran murid peserta TKA

Pihaknya juga tengah menggelar  rakor dengan menghadirkan para peserta yang terdiri dari tim teknis asesmen skala nasional, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) di seluruh provinsi.

BACA JUGA:Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, Dikbud Mukomuko Salurkan APE untuk 29 PAUD

BACA JUGA:Dorong Pemerataan Pendidikan & Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Mukomuko Siapkan 8.150 Seragam Sekolah Gratis"Saat ini telah terdata lebih dari dua juta murid siap mengikuti TKA. Data ini akan terus bertambah, seiring dengan jadwal pendaftaran yang ditetapkan. Melalui rakor ini juga kami akan melakukan pendataan infrastruktur di berbagai daerah, dengan begitu para perwakilan dari masing-masing provinsi akan melaporkan kondisi dan kesiapan infrastruktur untuk TKA," papar Toni.

Toni menambahkan, pelaksanaan rakor ini sekaligus mempersiapkan penulisan soal TKA untuk kelas enam SD dan kelas sembilan SMP. Ia berharap, kesempatan ini juga dapat mendiskusikan permasalahan teknis dan mitigasi risiko pelaksanaan TKA di masing-masing daerah.

"Semoga permasalahan teknis di tiap provinsi dapat menemukan solusi yang efektif dan efisien. Dan juga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga semua murid dapat terfasilitasi dengan baik dan mendapatkan kesempatan yang setara untuk bisa mengikuti TKA," tutup Toni.(**)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan