Ini Jadwal Cetak Sawah Baru di Pulau Enggano
Kepala DTPHP Bengkulu Utara, Abdul Hadi --
Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara terus mendorong program ketahanan pangan melalui perluasan lahan pertanian di wilayah pesisir dan pulau terluar. Salah satunya di Kecamatan Enggano, tepatnya Desa Banjar Sari yang telah disiapkan seluas 617 hektare untuk cetak sawah baru. Namun pelaksanaannya dipastikan baru dapat dimulai pada tahun anggaran 2026 mendatang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkulu Utara, Abdul Hadi mengungkapkan, bahwa hingga kini pembangunan badan jalan sepanjang 6,5 kilometer menuju lokasi sawah di Banjar Sari masih dalam tahap pengerjaan melalui anggaran APBD Provinsi Bengkulu.
“Jalan menuju lokasi menjadi kunci utama. Saat ini masih proses pembukaan badan jalan, sehingga untuk cetak sawah di Banjar Sari tidak mungkin bisa kita laksanakan tahun 2025. InsyaAllah, target kita di tahun 2026 sudah mulai dikerjakan,” jelas Abdul Hadi.
BACA JUGA:Gugatan Terhadap PT DDP Cemari Lingkungan Ditolak, Kuasa Hukum Paparkan Alasannya
BACA JUGA: Populasi Hewan Penular Rabies di Mukomuko Capai Segini
Sementara itu, lanjut Abdul Hadi, di dua desa lainnya di Pulau Enggano, yakni Desa Malakoni dan Desa Kahyapu, program cetak sawah baru sudah lebih dahulu berjalan. Total luasannya mencapai 251 hektare, terdiri dari 48 hektare di Malakoni dan 203 hektare di Kahyapu.
Ditambahkannya, hingga awal Oktober ini, sekitar 30 persen lahan telah dikerjakan dengan tahapan awal berupa penebangan vegetasi liar, pembukaan akses jalan, dan persiapan pengolahan tanah. Tahapan ini merupakan pondasi penting sebelum lahan benar-benar siap ditanami padi.
“Jika tidak ada kendala, penanaman perdana padi di lahan cetak baru Malakoni dan Kahyapu bisa dimulai pada bulan Oktober ini,” tambahnya.
Menurutnya, program cetak sawah di Enggano merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal, mengurangi ketergantungan suplai dari luar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani setempat. Dan program ini akan berdampak positif pada perekonomian lokal, membuka lapangan kerja baru, serta menambah nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita harapkan dengan adanya 868 hektare lahan baru di Enggano, ke depan Bengkulu Utara bisa surplus beras, bahkan menjadi lumbung pangan untuk wilayah pesisir,” pungkasnya.(afrizal)