Harian Bengkulu Ekspress

Jaga Kelestarian Budaya, Gubernur Bengkulu dan Istri Dianugerahi Gelar Adat

Penganugerahan gelar adat tersebut melalui Sidang Mufakat Rajo Penghulu di Balai Raya Semarak, Senin 17 November 2025 yang dipimpin langsung oleh ketua Badan Musyawarah Adat Provinsi Bengkulu, S. Effendi.-Istimewa/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id- Pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Tanpa budaya, manusia kehilangan identitas, dan tanpa adat, masyarakat kehilangan arah.

Karena itu Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong revitalisasi adat, penguatan nilai budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh yang berkontribusi besar bagi daerah, Gubernur Bengkulu dan istri dianugerahi gelar adat.

Selain keduanya, ada beberapa orang lagi Tokoh Bengkulu yang mendapatkan gelar adat. Totalnya ada 9 tokoh Bengkulu yang mendapatkan gelar Adat.

BACA JUGA:Geger di Ujung Padang, Winiarti Ditemukan Meninggal di Kontrakan, Suami Siri Ungkap Pesan Terakhir

BACA JUGA:Kemendikdasmen Hadirkan Cara Belajar Baru, Papan Interaktif Digital Ubah Atmosfer Pendidikan Daerah

Penganugerahan gelar adat tersebut melalui Sidang Mufakat Rajo Penghulu di Balai Raya Semarak, Senin 17 November 2025 yang dipimpin langsung oleh ketua  Badan Musyawarah Adat Provinsi Bengkulu, S. Effendi.

Penganugerahan gelar ditandai dengan pemasangan detar dan penyematan pin sebagai simbol kehormatan adat.

Ny. Khairunnisa Helmi Hasan turut menerima gelar Putri Melaya Deni.

Penganugerahan gelar adat ini digelar dalam rangka HUT ke-57 Provinsi Bengkulu, sebagai wujud penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan daerah.

Prosesi adat diawali penyambutan tamu agung dengan payung kuning, tombak prabu, dan Barong Landong, serta disambut Tari Kejai, pencak silat, tabuhan dhol serunai, dan Sarafal Anam.

Kegiatan dihadiri Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto, Forkopimda, para bupati dan wali kota, perwakilan adat se-Indonesia, serta Sanak Family Persatuan Bengkulu–Malaysia.

Setelah pemberian gelar, rangkaian dilanjutkan dengan pemotongan batang tebu, memetik buah pisang, pelepasan burung merpati, dan ditutup dengan makan berhidang sebagai simbol syukur dan kebersamaan dalam menjaga adat Bengkulu.

BACA JUGA:Tekan Angka Kecelakaan, Polres Mukomuko Gelar Operasi Zebra Nala 2025

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan