Inflasi di Mukomuko Tinggi, Ini Penyebabnya
Kabag Perekonomian Mukomuko, Dori Andrio--
Harianbengkuluekspress.id – Angka inflasi di Kabupaten Mukomuko pada bulan Oktober 2025 cukup tinggi. Penyumbang naiknya inflasi adalah terjadinya kenaikan harga cabai merah dan naiknya harga emas atau perhiasan.
”Komoditi cabai merah dan emas perhiasan penyumbang paling tinggi penyebab angka inflasi naik,” sampai Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Mukomuko, Dori Andrio SE.
BACA JUGA: Pemda Benteng Anggarkan Segini untuk Jamkesda
BACA JUGA: Bupati Arie Beri Ultimatum Keras Ketua PPSS Kaur, Terkait Konflik Ini
Ia juga menyampaikan, untuk harga cabai merah mencapai Rp 60 hingga Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan harga emas/perhiasan yang sebelumnya di angka Rp 1,1 juta per gram tembus mencapai angka di atas Rp 2 juta lebih per gramnya. Untuk menekan angka inflasi, Pemda Mukomuko telah bekerjasama dengan daerah penghasil komoditi seperti Kabupaten Kerinci, Kabupaten Solok dan Kabupaten Rejang Lebong. Pasalnya petani di daerah ini belum mampu untuk memenuhi pangsa pasar lokal. Selain itu, lanjut Dori, pihaknya bersama dinas dan instansi terkait yang tergabung di TIPD Kabupaten Mukomuko terus berupaya menekan angka inflasi. Dalam waktu dekat di rencanakan akan ada operasi pasar.
“Ini salah satu upaya menekan angka inflasi dengan menggelar operasi pasar,” lanjut Dori.(budi)