Jelang Ramadan, Harga Ayam Naik
Salah satu pedagang ayam yang ada di Kota Bengkulu.-Budhi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, harga ayam potong di pasar tradisional Kota Bengkulu terpantau terus mengalami kenaikan.
Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat karena harga ayam kini lebih mahal dibandingkan pada pekan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Panorama pada Jumat pagi, harga ayam mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.
Jika sebelumnya ayam dijual di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp 45.000 per kilogram.
BACA JUGA:Hilal di Bengkulu Tidak Terlihat, Ikuti Ketetapan Pemerintah
BACA JUGA:Masyarakat 2 Desa Tolak Koperasi Merah Putih di Tanah Ulayat, Begini Respons Pemkab Lebong
Para pedagang pun menyebut kenaikan tersebut telah berlangsung sejak tiga hari terakhir.
Lonjakan dari harga diperkirakan dipicu karena meningkatnya permintaan dari masyarakat menjelang persiapan dari kebutuhan konsumsi selama di bulan ramadan.
Selain faktor musiman, pedagang juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga ayam potong sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.
Tingginya permintaan akibat adanya program MBG turut mendorong kebutuhan ayam di pasaran juga semakin meningkat.
Salah seorang pedagang, Yono, mengaku kenaikan tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga pada harga modal.
Jika sebelumnya di harga modal ayam masih berada di bawah Rp 25.000 per kilogram, saat ini pun sudah menembus di atas Rp 25.000 per kilogram.
"Untuk modal aja sudah naik jdi terpaksa kita juga menaikkan harga jual dari ayam potongnya," ucap salah satu pedagang ayam potong, Yono, Selasa, 17 Februari 2026.
BACA JUGA:Penetapan Kepala BPSDM Provinsi Bengkulu Ditarget Maret