Waspada Bencana, Jelang Nataru
RIO/BE Wakil Gubernur Bengkulu, Mian meninjau kesiapan personil dan peralatan sarana prasarana kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan apel siaga darurat bencana hidrometeorologi Provinsi Bengkulu, Selasa 23 Desember 2025.--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu meningkatkan status kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di penghujung tahun 2025. Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Ir H Mian, secara langsung memimpin apel gabungan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi serta pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa 23 Desember 2025.
Langkah ini diambil atas adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemunculan siklon tropis 91S yang diprediksi membawa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut setinggi 2,5 meter di wilayah Provinsi Bengkulu.
Dalam apel gabungan kesiapsiagaan bencana itu, Wagub melakukan pemeriksaan pemeriksaan terhadap kesiapan personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tak hanya personel, Mian juga memeriksa kelayakan armada pendukung, mulai dari mobil ambulans, kendaraan serba guna, hingga fasilitas dapur umum.
"Apel siaga ini merupakan upaya kita, antisipasi dini, pemeriksaan setiap peralatan kita dan personel kita. Persiapan yang dilakukan hari ini sudah cukup optimal," ujar Mian.
BACA JUGA:Optimistis PAD Tembus Rp 1 Triliun, Realisasi Pajak Lampaui Target
BACA JUGA:Saksi Ahli Ungkap Kerugian Rp 5,19 Miliar, Sidang Perjalanan Dinas Setwan DPRD Provinsi Bengkulu
Mian menegaskan, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Pemprov terus memperkuat kolaborasi dengan instansi vertikal yang menjadi garda terdepan penanganan bencana. Selain upaya teknis, pendekatan spiritual dalam menangani ancaman alam juga penting dilakukan.
"Yang terpenting juga soal mitigasi langit , untuk meminta agar tidak terjadi bencana di Provinsi Bengkulu," tuturnya.
Selain itu, Mian juga mengajak masyarakat untuk berempati terhadap bencana yang melanda wilayah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Maka atas kerawanan bencana itu, masyarakat harus membangun budaya sadar bencana sejak dini. Agar tidak ada korban jiwa, saat situasi darurat terjadi.
"Upaya melindungi keselamatan masyarakat Bengkulu memerlukan kesiapsiagaan yang optimal. Kita tidak menghendaki adanya bencana, namun kita harus siap," ungkap Mian.
Sebagai bentuk dukungan operasional, Pemprov juga menerima bantuan armada baru berupa. Satu unit mobil serba guna dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan satu unit ambulans dari Universitas Bengkulu (UNIB).
"Bantuan kita harapkan dapat mempercepat mobilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat dalam situasi darurat," tandasnya. (Eko)