Harian Bengkulu Ekspress

Tak Kebagian BBM, Banyak Pertashop Mati Suri

Usaha Pertashop atau SPBU mini di Bengkulu saat ini banyak yang tutup, karena sepi pembeli dan sempat terjadi krisis BBM.-RIO/BE -

Harianbengkuluekspress.id - Berdiri sebagai ujung tombak distribusi energi di pelosok daerah, ratusan Pertashop saat ini justru megap-megap kehabisan nafas. 

Di Provinsi Bengkulu, krisis suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat bisnis SPBU mini ini berjatuhan. Membuat masyarakat di daerah terpencil, yang jauh dari keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali kesulitan mengakses bahan bakar.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven secara blak-blakan mengungkapkan kondisi kritis yang sedang dialami para pengusaha SPBU mini tersebut.

"Kalau kondisi Pertashop di Provinsi Bengkulu saat ini, sebagian bisa dikatakan ada yang mati suri," ungkap Steven.

Dari sisi jumlah Pertashop, menurut Steven sudah berdampak parah. Dari total sekitar 200 unit Pertashop yang pernah beroperasi di Provinsi Bengkulu, saat ini hanya tersisa sekitar 120 unit yang masih mencoba bertahan. Artinya, hampir setengah dari total Pertashop di Bengkulu tersebut telah gulung tikar.

"Kalau sekarang itu yang masih aktif, hanya sekitar 120 Pertashop," tambahnya.

Kondisi ini, menjadi lebih ironi besar. Mengingat keberadaan Pertashop sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang jauh dari jangkauan SPBU. Bahkan, Di banyak daerah, Pertashop menjadi satu-satunya titik penjualan BBM yang mudah dijangkau warga.

"Ini cukup ironis karena masyarakat di daerah itu sebenarnya memiliki kebutuhan yang sama dengan masyarakat di kota," tutur Steven.

Selain itu, Steven mengatakan, BBM yang dijual di Pertashop juga bukan BBM bersubsidi. Melainkan BBM jenis Pertamax yang secara komersial disediakan oleh PT Pertamina (Persero). Secara hitungan bisnis, tidak seharusnya terjadi kendala dalam distribusi. Karena tidak berkaitan dengan kuota BBM subsidi pemerintah.

"Yang dijual di Pertashop itu hanya BBM Pertamax, bukan BBM subsidi. Seharusnya, BBM non subsidi yang dijual Pertamina lewat Pertashop tidak ada kendala distribusi," ujarnya.

Steven mengatakan, dari sisi harga,  BBM jenis Pertamax di Pertashop justru tercatat lebih murah dibandingkan di SPBU. Di Provinsi Bengkulu, contohnya, harga Pertamax di Pertashop sekitar Rp 12.300 per liter, sedangkan di SPBU mencapai sekitar Rp 12.600 per liter.

Perbedaan harga tersebut sebenarnya menjadi daya tarik bagi masyarakat desa untuk membeli BBM di Pertashop. Dibanding harus membeli BBM eceran. Karena harga BBM eceran Pertalite, rata-rata di daerah itu hampir sama, bahkan lebih mahal dibanding harga BBM jenis Pertamax di Pertashop.

"Dari sisi kualitas, tentu BBM yang dijual Pertashop lebih terjamin, dibanding membeli BBM di eceran," ungkapnya.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan