Harian Bengkulu Ekspress

Tak Kebagian BBM, Banyak Pertashop Mati Suri

Usaha Pertashop atau SPBU mini di Bengkulu saat ini banyak yang tutup, karena sepi pembeli dan sempat terjadi krisis BBM.-RIO/BE -

Sementara itu, Pengelola Pertashop Air Rami, Kabupaten Mukomuko Riki Simanjuntak mengatakan, keberadaan Pertashop di wilayah terpencil  sangat dibutuhkan masyarakat. 

Seperti, keberadaan Pertashop di Air Rami dibutuhkan masyarakat, karena jarak menuju SPBU terdekat mencapai sekitar 20 kilometer (KM). Jarak cukup jauh itu, masyarakat sangat bergantung pada Pertashop untuk memenuhi kebutuhan BBM sehari-hari.

"Pertashop sangat dibutuhkan di daerah. Seperti Pertashop saya ini, jarak ke SPBU sekitar 20 kilometer. Sangat jauh dan sangat dibutuhkan masyarakat," terang Riki.

Namun, Riki mengatakan, tantangan utama yang dihadapi saat ini keterlambatan distribusi BBM. Padahal, kelancaran distribusi menjadi faktor utama agar Pertashop dapat terus melayani masyarakat secara optimal.

"Kami berharap tidak ada keterlambatan distribusi. Sekarang ini, kalau kami pesan hari ini, datangnya besok bahkan lebih," ujarnya.

 

//Antrean SPBU Bisa Terurai

 

Menurut Riki, keberadaan Pertashop sebenarnya membantu mengurangi antrean panjang di SPBU. Terutama ketika masyarakat dari desa-desa sekitar harus membeli BBM dalam jumlah kecil untuk kebutuhan harian. Karena, ketika Pertashop beroperasi normal dan memiliki stok BBM, masyarakat tidak perlu lagi datang ke SPBU yang jaraknya jauh. Namun ketika Pertashop kehabisan stok akibat keterlambatan distribusi, masyarakat terpaksa berbondong-bondong menuju SPBU.

"Ketika di Pertashop tidak ada BBM, masyarakat datang ke SPBU. Akhirnya terjadilah antrean," jelas Riki.

Sebaliknya, menurut Riki, jika Pertashop beroperasi normal, distribusi kendaraan di SPBU menjadi lebih lancar.

"Kalau Pertashop buka, antrean di SPBU bisa terurai dengan baik. Stok juga lebih aman," tambahnya.

Selain antrean panjang, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menuju SPBU yang jauh dari desa. Perjalanan puluhan kilometer tersebut tentu membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya bahan bakar tambahan. Maka, pihaknya berharap distribusi BBM ke Pertashop dapat berjalan lancar agar masyarakat desa tidak mengalami kesulitan.

"Kalau antre di SPBU yang jauh itu, selain harus menunggu lama, masyarakat juga butuh energi dan biaya untuk datang kesana. Kalau ada Pertashop, masyarakat sangat terbantu. Kita harap distribusi ini bisa lancar," pungkas Riki. (151)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan