Masjid Istiqlal Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan, Perwakilan PBB Kagum, Ungkap Begini

Masjid Istiqlal kembangkan teknologi ramah lingkungan -Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Masjid Istiqlal telah mengembangkan teknologi ramah lingkungan, sekaligus menjadi model bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia.
"Tahun lalu, Istiqlal dinobatkan sebagai masjid hijau (green mosque) dari World Bank. Pusat World Bank di Washington DC. Kita memiliki 8 institusi untuk pembangunan hijau, pembangunan efektif dan efisien," kata Menteri Agama, Nasaruddin Umar dalam pertemuan dengan perwakilan Indonesia untuk PBB, Gita Sabharwal, di kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
Dijelaskan Menag, pentingnya pengembangan teknologi ramah lingkungan dan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendukung kelestarian lingkungan.
BACA JUGA:Usai 3 Tahun Mengabdi, Menag Lepas 30 Ulama Al Azhar Kembali ke Mesir, Begini Pesannya
BACA JUGA:Mana Yang Lebih Bagus, Mencuci Muka Pakai Air Hangat Atau Air Dingin ? Ini Kata Ahlinya
"'Kita juga mengolah untuk menghasilkan energi. Kita juga bisa menghasilkan energi, termasuk di toilet. Di masjid Istiqlal, 38% dari energi yang digunakan adalah energi matahari", jelasnya.
Menteri Agama juga menyatakan bahwa model ini dapat diterapkan di berbagai masjid dan fasilitas lainnya dan dapat mendukung pengembangan UMKM berbasis teknologi hijau.
Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya berperan dalam perekonomian, tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk kelestarian lingkungan.
Menurut Menteri Nasaruddin, dengan dukungan dari PBB dan pengembangan teknologi hijau di masjid, UMKM dapat menjadi lebih terlibat dalam program-program keberlanjutan.
BACA JUGA:9 Perpusdes di Mukomuko Terima Bantuan dari Perpusnas RI, Berikut Daftarnya
BACA JUGA:Hati-hati, Beredar Hoax Pemberangkatan Haji Gratis Catut Kemenag
Menteri mengatakan bahwa melalui penerapan teknologi hijau di UMKM dan tempat ibadah, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, mengungkapkan kekagumannya dan terinspirasi untuk menerapkan hal serupa di rumah-rumah ibadah.
"Kami tidak pernah menggunakan institusi agama seperti masjid. Sangat menarik untuk melihat bagaimana kita bisa bekerja dengan masjid-masjid untuk membuatnya menjadi berkonsep green," terang Gita Sabharwal.(**)