Harian Bengkulu Ekspress

Gubernur Diminta Evaluasi Angkutan Batu Bara, Edwar Samsi: Hancurkan Jalan, Tak Ada Manfaat Bagi Daerah

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi minta izin angkutan batu bara dikaji ulang, karena menghancurkan jalan. -Doni/BE -

Harianbengkuluekspress.id  - Banyaknya angkutan truk batu bara yang melintas wilayah Kabupaten Kepahiang menuju Kota Bengkulu sangat merugikan daerah. Pasalnya, angkutan batu bara asal Provinsi Jambi tersebut menyebabkan jalan nasional di Kabupaten Kepahiang rusak parah khususnya untuk kawasan pusat perkotaan di Pasar Kepahiang. 

Jalan di depan pusat perekonomian bagi Kabupaten Kepahiang tersebut berlubang serta bergelombang parah. Akibat dilalui kendaraan dengan bobot besar yang melebih kapasitas kemampuan menahan beban jalan nasional. 

"Kita akan minta Gubernur Bengkulu mengevaluasi kembali izin angkutan batu bara untuk melintasi wilayah Provinsi Bengkulu ini," tegas Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi SIP MM. 

BACA JUGA:Gusnan Mulyadi Pamit Akhiri Masa Jabatan, HUT ke-76 BS Digelar Sederhana

BACA JUGA:Calon PPPK Lulus Seleksi Tolak Diangkat 2026, Bakal Aksi Besar di DPR RI, Kemenpan dan Istana Negara

Edwar menilai setelah beberapa tahun angkutan truk batu bara asal Jambi diizinkan melintasi wilayah Provinsi Bengkulu khusus di Kabupaten Kepahiang. Sama sekali tidak memberikan dampak untuk perekonomian daerah, bahkan kendaraan-kendaraan berbobot besar tersebut lebih banyak memberikan dampak negatif yakni adanya kerusakan badan jalan yang cukup parah. 

"Tidak ada manfaatnya bagi daerah kita, maka sudah selayaknya dievaluasi. Bila perlu dicabut izinnya," tutur Edwar. 

Politisi PDI Perjuangan yang sudah dua periode duduk di DPRD Provinsi Bengkulu asal Dapil 5 Kabupaten Kepahiang ini mengingat eksekutif untuk lebih selektif dalam memberikan izin operasional angkutan terutama untuk angkutan barang perusahaan seperti batubara. Semua aspek harus dikaji secara matang, agar tidak merugikan daerah. 

"Kalau seperti sekarang tentu merugikan daerah kita. Lebih lagi batu bara yang diangkut berasal dari luar Bengkulu," tegasnya.

Untuk diketahui, selain Kabupaten Kepahiang, sejumlah kabupaten lain juga resah dengan angkutan batu bara ini, mulai dari Rejang Lebong, dan Lebong. 

Sedangkan dari arah utara, truk batu bara ini menghancurkan jalan mulai dari Kecamatan Putri Hijau, Bengkulu Utara, Ketahun, Batik Nau, Lais, hingga Bentiring, Air Sebakul dan Jalan Suprapto Dalam, Kota Bengkulu. 

Di era Gubernur Rohidin Mersyah sempat mewacanakan batu bara dari arah utara ini diangkut menggunakan kapal ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, karela lewat darat banyak dampaknya. 

Selain jalan rusak, angkutan batu bara ini juga sering mengakibatkan kecelakaan hingga korbannya meninggal dunia di lokasi kejadi. (320)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan