Bijak Berbelanja Bisa Kendalikan Inflasi, BI Imbau Umat Muslim Begini

Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat -IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mengimbau seluruh umat muslim di Bengkulu untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan bijak selama Ramadan 1446 Hijriah tahun 2025. Sebab, dengan belanja bijak maka masyarakat telah berpartisipasi dalam mengendalikan inflasi di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan Ramadan bukanlah waktu untuk berbelanja dalam jumlah besar, tetapi menjadi waktu untuk lebih banyak beribadah kepada Allah.
Meski begitu, pada bulan ini banyak orang yang berbelanja kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Padahal hal itu seharusnya tidak terjadi. Oleh karena itu, BI mengimbau umat muslim di Bengkulu untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan bijak agar tidak berlebihan dalam pengeluaran selama Ramadan.
BACA JUGA:Waspada Pupuk Sistem MLM, Hanya akan Merugikan Petani
BACA JUGA:Waspada Kejahatan Seksual Berbasis Elektronik, Ini Imbauan Direktur PUPA Provinsi Bengkulu
"Bulan Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk lebih banyak beribadah kepada Allah, bukan waktu untuk berbelanja dalam jumlah besar," kata Wahyu, Minggu, 9 Maret 2025.
Wahyu menambahkan, selama Ramadan pengeluaran konsumsi rumah tangga biasanya meningkat, terutama dalam membeli makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur.
Oleh karena itu, BI juga mengimbau untuk tidak mengabaikan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari seperti membayar tagihan listrik dan air.
"Masyarakat khususnya kaum muslimin harus mengatur pengeluaran sehari-hari selama Ramadan jangan sampai pengeluaran membengkak," ujarnya.
Menurut Wahyu, pengeluaran selama Ramadan dapat meningkat karena banyaknya membeli makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat dapat mengatur keuangan dengan baik dan tidak terjebak dalam praktik konsumtif yang tidak perlu.
"Selama Ramadan masyarakat harus memiliki manajemen keuangan dan pengeluaran, itu dilakukan agar tidak terjebak dalam praktik konsumtif yang tidak perlu sekaligus berpartisipasi dalam mengendalikan inflasi di daerah juga," tuturnya.
Wahyu juga mengajak seluruh umat muslim di Bengkulu untuk memperhatikan kualitas dan kehalalan bahan makanan yang dibeli. Ia menekankan pentingnya membeli bahan makanan yang sehat dan halal agar tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.
"Selain beribadah, kita juga harus memperhatikan kesehatan tubuh kita. Jangan sampai karena konsumsi makanan yang tidak sehat, kesehatan kita terganggu dan berdampak pada ibadah kita," tutupnya.(999)