Idul Fitri, Bingung Bagi THR? Ini Panduan Cerdas dari Perencana Keuangan agar Dompet Aman Saat Lebaran

Idul Fitri, umumnya menggunakan uang baru-ilustrasi/Bengkuluekspress-
Andi juga menekankan, pentingnya membuat daftar penerima dan menyesuaikan besarnya nominal THR berdasarkan prioritas dan kemampuan.
Ia mencontohkan, orang tua bisa diberi THR paling besar, keponakan dengan kondisi ekonomi kurang bisa diberi nominal menengah, dan keponakan kecil atau dari keluarga berada cukup diberi Rp 10.000 hingga Rp 20.000.
Untuk masyarakat umum atau anak-anak tetangga, nominal kecil seperti Rp 10.000 pun sudah cukup sebagai bentuk perhatian.
“Nominal THR tergantung kemampuan kita. Yang penting kebutuhan pribadi sudah aman dulu. Jangan sampai demi THR, pengeluaran jadi berantakan,” tambahnya.
BACA JUGA:Mudik Asyik Baca Buku, Mendikdasmen Bagi Ribuan Buku Gratis Pada Pemudik
BACA JUGA:Sedang di Pinggir Jalan, 2 Warga Diciduk, Ini Kasusnya
Lebih jauh, Andi mengingatkan bahwa budaya memberi THR sebaiknya tetap dijalani sebagai bentuk kebaikan dan rasa syukur, namun dengan pengelolaan keuangan yang cerdas.
Ia menyarankan masyarakat untuk mulai menyusun anggaran THR jauh hari sebelum Lebaran, agar tidak terjadi pemborosan atau kekurangan dana di masa setelah perayaan.
“Ingin memberikan THR besar itu sah-sah saja, tapi kalau dananya enggak ada dan kebutuhan pribadi masih banyak, ya enggak usah dipaksakan. THR bukan soal besarannya, tapi ketulusan dan kemampuan kita,” tutup Andi.
Dengan panduan yang disampaikan oleh Andi Nugroho ini, masyarakat diharapkan dapat menyambut Lebaran dengan hati tenang dan keuangan yang tetap sehat.
Memberi THR tetap bisa dilakukan dengan bahagia, tanpa harus terbebani secara finansial. (**)