Jembatani Mahasiswa Didunia Kerja, Kemenag Luncurkan Program Magang PRIMA
Kemenag luncurkan program magang Prima untuk jembatani mahasiswa dalam dunia kerja dan dunia industri-Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa agar lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja. Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah meluncurkan Program Magang PRIMA.
Hal tersebut dilakukan Kemenag untuk menjembatani mahasiswa Perguruan Tinggi keagamaan Islam (PTKI)dengan dunia kerja serta Industri
Program magang ini merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk membantu mahasiswa PTKI agar memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja maupun berkontribusi di masyarakat.
Sebagian besar lulusan S1 dari PTKI cenderung langsung mencari pekerjaan, sehingga dibutuhkan bekal keterampilan yang dapat diperoleh melalui berbagai pelatihan, workshop, serta program magang di perusahaan-perusahaan ternama.
BACA JUGA:Lapak Pedagang Pantai Panjang Diundi Secara Terbuka, Sehmi:Agar Tidak Ada Kecemburuan Sosial
BACA JUGA:Jemaah Haji Kloter Pertama Bengkulu Tiba Ditanah suci, 2 Jemaah Diobservasi, Ini Penyebabnya
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno menuturkan proram ini dirancang khusus untuk mahasiswa PTKI untuk mendapatkan kesempatan berharga belajar langsung di dunia kerja, memperluas wawasan, serta mengasah keterampilan praktis yang dibutuhkan industri masa kini.
Hal ini disebabkan kompleksitas tantangan dunia kerja, ditambah jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas, sehingga menuntut alumni PTKI mempunyai soft skill untuk dapat bersaing.
"Dengan tantangan yang sangat kompleks maka dibutuhkan inovasi, bagaimana perguruan tinggi mesti punya cara-cara yang inovatif, yang kira-kira bisa dijadikan instrumen agar para alumni ini meraih peluang pekerjaan." katanya.
Selanjutnya, tantangan yang tidak kalah ekstremnya hari ini selain lapangan pekerjaan yang sangat terbatas, dalam banyak hal juga mengalami distorsi dengan adanya tantangan menyangkut kecerdasan buatan yang membuat sekian profesi menjadi terdegradasi, bahkan hilang.
Direktorat Diktis ini harapannya menjadi jembatan, bahwa negara hadir untuk memberikan jembatan agar PTKI sadar betul akan kebutuhan, bagaimana mengafirmasi kebutuhan dunia kerja.
BACA JUGA:Wali Kota Terus Berinovasi, Optimis Kota Bengkulu Jadi yang Terbaik
BACA JUGA:Rutin Minum Samcodin untuk Penenang, Wanita Muda Ini Alami Gangguan Saraf, Akhirnya Diobati ke RSJKO
"Saya mengatakan bahwa ini sifatnya wajib. Jadi para pimpinan PTKI jangan berpuas diri jika sudah meluluskan mahasiswa, tetapi juga memikirkan anak ini bagaimana ke depan," tandasnya.