Guru Harus Melek Digital, 2.707 Guru Dilatih Koding dan Kecerdasan Artifisial
Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, -Istimewa/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id-Guru di Indonesia diminta untuk melek penguasaan teknologi digital dan etika dalam penggunaan digital di era modern.
Agar tidak keliru akan memahami substansi dan metode transfer pengetahuan, sebanyak 2.707 guru mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) untuk calon pengajar bidang teknologi digital melalui Training of Trainer (ToT) di Jakarta berasal dari wilayah Sumatra
Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan metodologi pengajaran yang interaktif dan pengembangan karakter guru yang adaptif.
"Bimtek ini bukan hanya pelatihan, tetapi juga penguatan nilai-nilai pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru," ujarnya dikutip dari pres rilis Kemendikdasmen 4 Juni 2025.
BACA JUGA:Varian Covid-19 Di Indonesia Meningkat, Menkes : Covid-19 varian Tidak Mematikan
Dikatakan Nunuk, ini juga bagian dari komitmen Pendidikan Berkualitas dan Inklusif degan mengusung semangat transformasi pendidikan, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menciptakan sistem yang adaptif, inklusif, dan berkualitas.
"Peserta harus sungguh-sungguh mengikuti, dengan evaluasi yang ketat untuk memastikan lulusan yang kompeten dan profesional," tegasnya.
Nunuk meminta pada seluruh peserta dan pihak terkait untuk memanfaatkan momentum ini dalam memajukan pendidikan nasional. Dan mengajak belajar bersama demi kecerdasan para pelajar Indonesia.
"Mari belajar dengan cerdas dan sabar, koding dan kecerdasan artifisial untuk bangsa yang lebih maju dan strategis," tandasnya. (**)