Pemilu 2024 Berpotensi Mendorong Konsumsi

Pengamat Ekonomi Universitas Dehasen Bengkulu Dr Ansori Tawakal SE MM--

BENGKULU, BE - Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang dijadwalkan akan berlangsung pada Februari 2024 di Indonesia, memiliki potensi untuk memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi masyarakat di Bengkulu. Sebab gelaran pemilu tersebut akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia termasuk Bengkulu secara keseluruhan.

Pengamat Ekonomi Universitas Dehasen Bengkulu, Dr Ansori Tawakal SE MM mengatakan, salah satu dampak positif yang diharapkan dari pesta rakyat ini adalah pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang meningkat. Beliau menyatakan bahwa pemilu serentak dapat memicu semangat dan kepercayaan masyarakat terhadap prospek perekonomian, sehingga meningkatkan keinginan mereka untuk berbelanja dan mengkonsumsi barang dan jasa.

"Kami melihat bahwa dampak positif dari pesta rakyat ini akan paling banyak dirasakan dalam pos pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Dalam suasana yang penuh dengan semangat dan harapan baru, masyarakat akan cenderung lebih percaya diri untuk menghabiskan uang mereka, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ansori, Kamis 4 Januari 2024.

Selain itu, Ansori juga menambahkan bahwa gelaran pemilu serentak memiliki potensi untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di berbagai sektor. Kampanye politik, pengadaan logistik, dan berbagai aktivitas terkait pemilu lainnya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, dan industri di Bengkulu.

"Pemilu serentak juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kegiatan di sektor-sektor terkait. Misalnya, peningkatan permintaan akan barang dan jasa terkait kampanye politik dan logistik pemilu akan memberikan stimulus bagi pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, dan industri," ungkapnya.

Namun, Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan ekonomi yang bijak selama periode pemilu perlu dijaga. Stabilitas ekonomi dan keuangan tetap menjadi prioritas utama, mengingat adanya potensi ketidakpastian yang terkait dengan proses pemilihan.

"Kami tetap mengingatkan pentingnya pengelolaan ekonomi yang bijak dan menjaga stabilitas ekonomi serta keuangan selama periode pemilu. Ketidakpastian politik yang mungkin muncul harus dihadapi dengan kebijakan yang tepat untuk meminimalisir potensi gangguan terhadap perekonomian kita," tegas Ansori.

Selain itu, Ia berharap, Bank Indonesia bisa berkomitmen untuk mendukung stabilitas ekonomi selama periode pemilu. Mereka harus mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga inflasi terkendali.

"Kami minta BI bisa mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga inflasi agar tetap terkendali," tutupnya.(999)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan