Dugaan Honorer Siluman Berujung ke APH, Pansus DPRD Tak Kunjung Terbentuk

JEFRYY/BE Laporan dugaan honorer siluman disampaikan ke Polres Seluma oleh pemerhati pemuda Seluma.--
Harianbengkuluekspress.id - Sejumlah nama honorer siluman yang lulus PPPK Kabupaten Seluma, akhirnya bermuara ke Aparat Penegak Hukum (APH), setelah secara resmi telah dilaporkan ke Tipikor Polres Seluma. "Iya, kemarin petang telah resmi saya laporkan ke Satreskrim Polres Seluma. Saya laporkan karena kecewa Pansus DPRD tak kunjung terbentuk," terang pemuda peduli Seluma, Jhon Sisuardi.
Dijelaskan Jhon Sisuardi, awalnya dirinya sangat percaya dan optimis Pansus honorer siluman DPRD Seluma ini akan terbentuk. Namun setelah hampir dua bulan, baru dua fraksi yang menyetujui yakni fraksi PAN dan PDIP.
"Jadi kami berasumsi sekarang, fraksi yang lain yang tidak mendukung ini mungkin ada juga titipan honorer siluman," kesal Jhon Sisuardi.
Untuk laporan dugaan honorer siluman ke Polres Seluma kata Jhon Sisuardi. Pointnya adalah yang telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1. Baik itu yang lulus guru, tenaga kesehatan maupun tenaga tekhnis.
"Banyak yang lulus PPPK tahap 1 itu memalsukan dokumen. Mulai dari SPTJM juga keterangan masa kerja dua tahun hingga database BKN yang banyak titipan pejabat," katanya.
BACA JUGA:30 Peserta Seleksi PHD Bengkulu, Segini Jumlah yang Bakal Dipilih
BACA JUGA:Pabrik CPO Kembali Hadir di Seluma, Dibangun di Sini
Ditegaskannya dirinya merasa terpanggil dengan maraknya dugaan honorer siluman lulus PPPK ini. Karena sangat menzalimi honorer yang benar-benar bekerja dan mengabdi bahkan telah sampai belasan tahun.
"Saya melaporkan ini karena desakan masyarakat juga. Sudah menjadi rahasia umum, bahkan masyarakat mengetahui oknum-oknum honorer siluman ini," imbuhnya.
Jhon Sisuardi yang akrab di sapa Andre ini berharap laporan ini segera ditindaklanjuti Polres Seluma. Karena informasi yang didapat selain memalsukan dokumen, ada juga sogok dan suap untuk dapat lulus dalam seleksi PPPK ini.
"Saya harap pihak kepolisian segera mengusut ini. Karena sudah sangat meresahkan dan menzalimi orang yang benar berhak dalam seleksi PPPK ini," tukas Jhon Sisuardi.
Terpisah Kapolres Seluma AKBP Arief Eko Prasetyo melalui Kasatreskrim Iptu Frengky Sirait mengatakan masih akan mendalami laporan tersebut. Karena banyak pihak yang terlibat dalam perkara ini, mulai dari Inspektorat, BKPSDM, BKN dan Kemenpan RB.
"Yang jelas kita telusuri dulu, karena perkara ini melibatkan banyak pihak yang semuanya harus didalami," sampai Frengky Sirait.(Jefrianto)