Harian Bengkulu Ekspress

Perambahan Hutan Memicu Konflik Harimau, Sekda Mukomuko Desak Aparat Bertindak Tegas

Perambahan Hutan Memicu Konflik Harimau, Sekda Mukomuko Desak Aparat Bertindak Tegas-Endi/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Konflik antara manusia dan harimau kembali mengancam masyarakat di Kabupaten Mukomuko, Kerusakan habitat harimau akibat perambahan hutan menjadi penyebab utama hewan buas ini turun ke permukiman warga. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Mukomuko, Dr. Abdiyanto, SH, M.Si, CLA, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku perambahan hutan yang dinilai telah merusak ekosistem dan memicu konflik.

“Perambahan hutan membuat harimau kehilangan habitatnya, sehingga mereka turun ke permukiman dan meneror warga. Kami sangat mendukung jika aparat hukum bertindak tegas untuk mengusut pelaku perambahan di daerah ini,” ujar Sekda, Kamis 16 Januari 2025.

BACA JUGA:Rusak Sejak 4 Tahun Lalu, Infrastruktur Terancam, Warga Pondok Batu Desak Pembangunan Tanggul dan Jembatan

BACA JUGA:Peluang Baru untuk Honorer, MenPAN RB Perkenalkan Skema PPPK Paruh Waktu

Insiden terbaru terjadi di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, ketika seorang warga bernama Ibnu Oktavianto (22) ditemukan tewas di kebun sawit pada Selasa 7 Januari 2025.

Dugaan kuat, korban dimangsa harimau yang kehilangan habitatnya. Selain itu, seekor sapi milik warga Desa Mekar Jaya, yang berbatasan dengan Desa Tunggal Jaya, juga ditemukan mati akibat serangan harimau.

“Masalah ini tidak bisa hanya diatasi dengan menangkap harimau yang masuk ke permukiman. Solusi jangka panjangnya adalah menjaga habitat harimau agar mereka tidak keluar dari hutan,” tambah Abdiyanto.

Kerusakan hutan yang terjadi akibat perambahan liar memaksa satwa liar seperti harimau mencari makanan di luar habitatnya. Hal ini menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat dan stabilitas ekosistem.

“Hutan adalah rumah mereka. Ketika hutan dirusak, harimau kehilangan tempat tinggal dan sumber makanannya. Ini yang menyebabkan mereka masuk ke wilayah manusia,” jelas Sekda.  

BACA JUGA:Sudah Ada 1.600 Pendaftar, Seleksi PPPK Tahap II di Bengkulu Utara Kembali Diperpanjang, Ayo Buruan!

BACA JUGA:Ratusan Ternak Terjangkit PMK, Ini Upaya Distan Seluma Menekan Penyebarannya

Untuk mengatasi permasalahan ini, Abdiyanto mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat, untuk bersinergi menjaga kelestarian hutan dan mencegah perambahan lebih lanjut.

“Kami juga mengimbau semua pihak untuk mengambil peran sesuai tugas masing-masing. Menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan