Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Sebut Pengguna QRIS Terus Meningkat, Segini Jumlahnya

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id – Penggunaan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terus mengalami perkembangan yang signifikan. 

Setiap bulannya, jumlah pengguna QRIS terus meningkat, mencerminkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap kemudahan yang ditawarkan oleh metode pembayaran ini. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 247.305 pengguna QRIS di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat menyatakan, pertumbuhan pengguna QRIS ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh sistem pembayaran digital ini. Bahkan pihaknya menargetkan pengguna QRIS untuk tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 259.767 orang.

"Pengguna QRIS terus mengalami peningkatan, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke sistem pembayaran digital yang lebih praktis dan efisien," kata Wahyu, Minggu 9 Februari 2025.

BACA JUGA:Dana Desa untuk Kepentingan Masyarakat, Jangan Disalahgunakan

BACA JUGA:Polda Bengkulu dan Jajaran Sediakan Akun Medsos Respons Cepat Laporan Masyarakat

Tidak hanya jumlah pengguna yang meningkat, namun juga jumlah merchant yang menyediakan layanan pembayaran QRIS. Pada akhir tahun 2024, tercatat sebanyak 185.958 merchant QRIS yang aktif, sebuah peningkatan signifikan sebesar 21% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran di toko mereka.

“Pertumbuhan merchant QRIS yang luar biasa ini menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat adopsi sistem pembayaran digital. Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk bertransaksi menggunakan QRIS di berbagai tempat," ungkap Wahyu.

Di tahun 2025, Bank Indonesia menargetkan jumlah merchant QRIS akan terus meningkat menjadi 206.043 merchant. Ini sejalan dengan target volume transaksi yang diharapkan mencapai 48.182.507 transaksi pada tahun ini.

"Peningkatan merchant QRIS ini akan semakin memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi digital di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga sektor jasa," kata Wahyu. 

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung lebih banyak merchant, terutama yang berada di sektor UMKM, agar dapat mengakses dan menggunakan QRIS. Wahyu menekankan bahwa inklusi keuangan digital melalui QRIS sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di masa depan yang semakin mengandalkan teknologi.

"Salah satu prioritas kami adalah memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha, terutama UMKM, dapat mengakses dan memanfaatkan QRIS untuk mempermudah transaksi mereka," jelas Wahyu.

Dengan meningkatnya pengguna dan merchant QRIS, diharapkan sistem pembayaran digital ini akan semakin diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia. Bank Indonesia juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap QRIS dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

"QRIS memberikan kemudahan dan kenyamanan, tidak hanya bagi konsumen tetapi juga bagi para pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi transaksi," tutup Wahyu.(999)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan