Siapkan Strategi Hadapi Pemangkasan APBD 2025, Pemkab BS Lakukan Ini

RENALD/BE Arif Budiman--

Harianbengkuluekspress.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 yang berkurang sebesar Rp 88 miliar.  Pengurangan anggaran ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi dana transfer daerah oleh pemerintah pusat, yang berdampak pada sektor infrastruktur, terutama pembangunan jalan dan jembatan.

Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bengkulu Selatan, Arif Budiman mengatakan bahwa Pemkab Bengkulu Selatan akan melakukan penyesuaian terhadap belanja daerah guna memastikan program prioritas tetap berjalan. Tentunya langkah tersebut sebagai bentuk upaya untuk menghadapai pemangkasan APBD tahun 2025 yang berkurang sebesar Rp 88 miliar.

“Kami akan mengoptimalkan anggaran yang ada agar pembangunan tetap berjalan, terutama untuk sektor yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya, Jumat 14 Februari 2025.

Sebagai salah satu langkah konkret, Pemkab akan menyesuaikan alokasi anggaran dengan skala prioritas, termasuk efisiensi pada belanja perjalanan dinas yang dipotong hingga 50 persen. Selain itu, Pemkab juga menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan dana hasil efisiensi ini.

“Kami berharap hasil pemotongan anggaran ini tetap bisa dialihkan ke program strategis daerah. Infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama, sehingga perlu ada solusi agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran berkurang,” tambahnya.

BACA JUGA:Puluhan Remaja dan Motor Diamankan, Hasil KRYD Polresta Bengkulu Pada Waktu Ini

BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Edukasi Keselamatan Personel Pomal

Selain melakukan efisiensi, Pemkab Bengkulu Selatan juga akan mengoptimalkan sumber pendapatan daerah guna menutup kekurangan anggaran. Langkah ini mencakup peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sektor potensial, termasuk retribusi dan pajak daerah.

“Kami akan mendorong peningkatan PAD agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer pusat. Dengan begitu, program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa tetap maksimal,” tutup Arif.

Pemkab Bengkulu Selatan berkomitmen untuk tetap menjalankan pembangunan dengan efisiensi dan inovasi, sehingga dampak dari pemangkasan anggaran dapat diminimalkan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat. (Renald)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan