Sholat yang Kurang Rakaat dan Tanpa Sujud Sahwi, Apakah Sah? Begini Kata Buya Yahya

Sholat yang Kurang Rakaat dan Tanpa Sujud Sahwi, Apakah Sah? Begini Kata Buya Yahya-Istimewa/Bengkuluekspress.-
Harianbengkuluekspress.id- Dalam keseharian kita, diantara kita mungkin ada yang pernah atau bahkan sering melaksanakan ibadah sholat tapi jumlah rakaatnya kurang dan tidak melaksanakan sujud sahwi.
Kita menyadari bahwa Khusyuk dalam sholat merupakan hal yang perlu diutamakan.
Sholat yang dilakukan dengan khusyuk akan memberikan banyak manfaat bagi seorang muslim, termasuk merasakan dampak positif dari ibadah tersebut.
Namun, tidak semua muslim dapat selalu menjaga kekhusyukan dalam sholat. Terkadang, seseorang bisa teralihkan pikirannya oleh hal lain saat sholat, hingga menyebabkan lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakan.
BACA JUGA:Amalkan Doa Ini Sebelum Bekerja, Insya Allah Mendapatkan Rezeki yang Halal
BACA JUGA:Saat Sholat Berjamaah, Perkara Sunnah Ini Sering Ditinggalkan Imam, Begini Kata Buya Yahya
Lupa rakaat sholat akibat kurangnya khusyuk adalah sesuatu yang sering terjadi. Jika terus berulang, hal ini bisa menjadi masalah.
Dalam Islam, terdapat tuntunan bagi seseorang yang lupa rakaat sholat, yaitu dengan melakukan sujud sahwi. Sujud sahwi dilakukan setelah tasyahud akhir sebelum salam.
Namun, bagaimana jika seseorang kurang rakaat dalam sholat tetapi tidak melakukan sujud sahwi? Apakah sholatnya tetap sah?
Menanggapi hal ini, Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang lebih dikenal sebagai Buya Yahya, menjelaskan bahwa menurut mazhab Syafi’i, sujud sahwi hukumnya sunnah.
Oleh karena itu, meskipun tidak melakukan sujud sahwi, sholat tetap dianggap sah.
Hal tersebut disampaikan Buya Yahya dalam suatu ceramah yang videonya diunggah oleh kanal Youtube Al-Bahjah TV.
"Sujud sahwi itu sunnah, tidak wajib. Nanti dipikir wajib bingung lagi. Makanya saya bilang, sujud sahwi kalau mau, kalau gak pake sujud sahwi juga tetap sah," terang Buya Yahya.
Jika seseorang baru menyadari bahwa sholat yang telah dikerjakannya kurang rakaat, ada cara untuk memperbaikinya.