Puasa Ramadhan Tapi Masih Berkata Kasar, Sahkah Puasanya? Begini Kata Ustadz Adi Hidayat

Puasa Ramadhan Tapi Masih Berkata Kasar, Sahkah Puasanya? Begini Kata Ustadz Adi Hidayat-Istimewa/Bengkuluekspress.-

Harianbengkuluekspress.id- Saat ini seluruh umat islam di dunia sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan,. Hari ini heri ke-25 puasa Ramahan 2025.

Saat berpuasa, umat Muslim tidak hanya diwajibkan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hawa nafsu serta menahan amarah yang dapat mengurangi pahala puasa.

Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, seorang Muslim harus menghindari segala hal yang dapat merusak ibadah puasanya.

Lalu, bagaimana jika seseorang masih sering berkata kasar saat berpuasa? Apakah hal tersebut dapat memengaruhi puasanya?

Mengenai hal ini, Ustadz Adi Hidayat pernah memberikan penjelasan yang menarik untuk disimak.

BACA JUGA:Hari ke-25 Puasa Ramadhan, Amalkan Doa Ini, Insya Allah Selalu Istiqomah Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

BACA JUGA:Ustadz Adi Hidayat Sarankan Amalkan Ini di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Insya Allah Meraih Malam Lailatul Qadar

Hal tersebut dijelaskan Ustadz Adi Hidayat dalam suatu ceramah yang videonya diunggah oleh kanal Youtube Renungan Taubat.

Dalam ceramahnya tersebut, Ustadz Adi Hidayat memberikan peringatan kepada orang-orang yang gemar berkata kasar.

"Awas hati-hati, Nabi pernah memberikan peringatan keras hadisnya bahkan hadis yang sangat luar biasa mendekati hadis tingkat tinggi derajatnya," sampai Ustadz Adi Hidayat.

Bahkan, Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa dalam hadis Nabi, disebutkan bahwa seseorang yang masih gemar berkata kasar, maka Allah tidak membutuhkan puasanya.

"Maka siapapun orang yang berpuasa meninggalkan makan minumnya tetapi dia mohon maaf tidak terputus dengan kata-kata yang kotor yang jorok yang perbuatan tercela maka Allah tidak butuh pada puasanya," tegas Ustadz Adi Hidayat.

Oleh karena itu, Ustadz Adi Hidayat menganjurkan agar tidak menyandingkan maksiat dengan puasa.

Terlebih, puasa adalah ibadah yang bertujuan untuk menahan diri dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Dengan menjaga lisan dan perilaku, ibadah puasa akan lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan