Pendataan Sawit Rakyat di BS Baru 50 Persen, Ini Penyebabnya

Distan BS saat menggelar FGD Pendapatan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Tingkat Kabupaten Tahun 2024, Senin, 23 Desember 2024.-RENALD/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS)  mencatatkan hasil pendataan perkebunan kelapa sawit rakyat tahun 2024 sebesar 50 persen dari target yang telah ditetapkan. Dari total target 8.600 persil lahan sawit, hingga Desember 2024, baru 4.297 persil yang berhasil terdata.

Pendataan yang dimulai sejak Juli 2024 ini bertujuan untuk memberikan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan (STD-B) kepada petani. Namun, berbagai kendala di lapangan mengakibatkan capaian ini belum maksimal. Kepala Distan BS, Sakimin SPt menyebutkan salah satu kendala utama adalah kurangnya kesadaran dan partisipasi petani dalam memberikan data perkebunan mereka.

“Petani enggan memberikan data, sehingga menyulitkan tim kami untuk memenuhi target pendataan,” ujar Sakimin dalam Fokus Group Discussion (FGD) di Aula Dinas Pertanian, Senin, 23 Desember 2024.

BACA JUGA:Bak Terbuka Dilarang Angkut Penumpang, Dishub dan Polisi Perketat Pengawasan

BACA JUGA:Jabatan Bupati Segera Berakhir, Hidayattullah Sjahid Nyatakan Pensiun dari Politik dan Kembali ke Jakarta

Ditambahkan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) BS, Diah Winarsih menegaskan bahwa pendataan ini sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Bahkan termasuk dalam pemberian bantuan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Data ini sangat penting untuk mempermudah akses masyarakat terhadap program bantuan,” jelas Diah.

Pendataan melibatkan tujuh kecamatan di BS, yaitu Kota Manna, Pasar Manna, Manna, Pino Raya, Pino, Bunga Mas, dan Kedurang. Meski belum mencapai target, Diah berharap program ini terus berlanjut di tahun 2025 dengan perencanaan dan sosialisasi yang lebih baik.

“Saya harap tahun depan capaian ini bisa meningkat. Sosialisasi ke masyarakat perlu lebih ditingkatkan, sehingga hasil pendataan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” tambahnya.

Ditambahkan Kabid Perkebunan, Ahmad Sukirman, yang turut memimpin pendataan, mengungkapkan bahwa program ini melibatkan 21 tenaga pendata selama enam bulan. Namun, kurangnya kepercayaan masyarakat menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.

“Kami menghadapi kendala seperti kurangnya kepercayaan masyarakat dan minimnya kerjasama dari pihak desa. Harapannya, ke depan pemerintah desa, penyuluh, dan pihak perbankan bisa lebih berkolaborasi untuk mendukung program ini,” ujar Sukirman.

Pendataan yang telah diverifikasi akan digunakan sebagai dasar penerbitan STD-B, yang nantinya menjadi syarat utama bagi petani untuk mengakses program bantuan pemerintah. Sukirman menekankan pentingnya data yang valid untuk mendukung kebijakan daerah dan memastikan kebutuhan petani dapat terpenuhi secara efektif.

“Dengan STD-B, data ini akan menjadi acuan untuk menentukan kebijakan yang tepat bagi kesejahteraan petani sawit di Bengkulu Selatan,” pungkasnya. (117)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan