Kemenag dan Kemendes PDT Bersama-Sama Berantas Buta Aksara Alquran, Bentuk Satu Desa Satu Majelis Ta'lim

Kemendes PDT dan Kemenag bersinergi berantas butas aksara alquran dan satu desa satu majelis taklim-istimewa/bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id- Kementerian Agama (Kemenag) gandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT)meluncurkan program  pemberantasan  buta huruf Al-Qur'an di Indonesia dan Satu Desa Satu Majelis Ta'lim.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur'an, sekaligus memperkuat keberadaan majelis taklim di tingkat desa. 

Inisiatif ini juga mengusung konsep "Satu Desa Satu Majelis Taklim," yang bertujuan agar setiap desa memiliki majelis taklim sebagai tempat belajar agama dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ajaran Islam.

Kick Off Kerja sama dalam pemberantasan buta huruf Al-Qur'an dan satu desa satu majelis ta'lim di bulan Ramadan. 

BACA JUGA:Nanti Malam Lawan Bahrain, Patrick Kluivert Harapkan Dukungan Suporter

BACA JUGA:Puasa Ramadhan Tapi Masih Berkata Kasar, Sahkah Puasanya? Begini Kata Ustadz Adi Hidayat

Terkait hal itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa sejarah-sejarah penting umat Islam hampir semua terjadi di bulan Ramadan. 

"Acara yang kita laksanakan hari ini juga dilakukan pada bulan Ramadan, Insya 

Allah akan bersejarah," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menag  kemudian menyinggung peran perempuan dalam perjuangan bangsa. Menurutnya, pejuang bangsa bukan hanya kaum laki-laki. Banyak pahlawan bangsa dari kalangan perempuan. Laki-laki dan perempuan harus bersama-sama untuk mempertahankan negaranya.

"Yang paling dekat dengan agama adalah kaum perempuan. Lihat majelis ta'lim, banyak didominasi oleh kaum perempuan. Seperti yang kita lihat sekarang, di dalam masjid ini. Program majelis ta'klim Bekasi luar biasa," jelas Menag.

Sementara itu, Mendes PDT, Yandri Susanto mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu cara untuk mengembangkan majelis ta'lim di tingkat desa. Yandri berharap program ini bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antar warga sekaligus meningkatkan pengetahuan keagamaan.

"Insya Allah kita akan memulai membangun majelis taklim, TPQ, termasuk juga agama lain sehingga akhlak atau kehidupan di masyarakat desa lebih maju, lebih beradab, dan lebih bermanfaat dunia akhirat," kata Mendes PDT, Yandri Susanto.

Selain itu, lanjut Yandri Susanto, Kemendes PDT dan Kemenag juga menekankan betapa pentingnya upaya bersama dalam memberantas buta huruf Al-Qur'an di desa-desa. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan