Distan Usulkan 5 Ribu Dosis Vaksin Ternak, untuk Cegah Penyakit Ini

RENALD/BE Kabid Peternakan, Ikat Maulana--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan kembali mengusulkan sebanyak 5 ribu dosis vaksin hewan ternak. Adapun vaksin tersebut terdiri dari vaksin penyakit mulu dan kuku (PMK) dan Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok.
Usulan dosis vaksin tersebut diusulkan melalui Dinas Pertanian (Distan), Bidang Peternakan Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Ikat Aliman saat dijumpai BE pada Selasa 21 Januari 2024.
"Untuk vaksin terakhir di akhir tahun 2024 kemarin kita mendapatkan bantuan dari pusat, melalui Dinas Peternakan Provinsi Bengkulu mendapatkan sebanyak 1.200 dosis vaksin. Itu sudah kami realisasikan semua ke hewan peliharaan peternak yang sehat," ujar Ikat.
Lebih lanjut, Ikat menyampaikan untuk di tahun 2025 ini sebnyak 5 ribu dosis vaksin kembali diusulkan. Adapun usulan tersebut bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga ke tingkat pemerintahan pusat.
"Dan itu yang kami usulkan tidak hanya vaksin SE, tetapi seluruh penyakit yang dapat mengancam hewan ternak yang dapat merugikan," sampainya.
BACA JUGA:Pemkot Persiapkan POPKA 2025, Begini Penjelasan Asisten II Pemkot Bengkulu
BACA JUGA:Rifai-Yevri Optimis Sidang Sengketa Pilkada Berlanjut
Ikat menjelaskan jika dihitung dari jumlah hewan ternak yang ada di Bengkulu Selatan mencapai 17 ribu ekor. Jumlah usulan vaksin yang disampaooan sebanyak 5 ribu dosis sudah dapat menekan dan mencegah penularan penyakit yang menyerang peternak.
"Kalau menurut jumlah ternak yang ada di Bengkulu Selatan, khusus sapi dan kerbau sampai 17 ribuan. Tetapi biasanya kota dapat bantuan itu paling banyak 5 ribu dosis, jadi kami pilah dan pilih, serta kami laksanakan vaksin itu yang rentan terserang penyakit," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Ikat optimis dengan jumlah dosis vaksin diterima mencapai 5 ribu dosis vaksin. Maka pengendalian penyakit menular ternak dapat dikendalikan dari pengalaman yang sudah-sudah.
"Kalau sudah 5 ribu kita sudah bisa mengendalikan penyebaran penyakit ternak, khususnya menyabrkan vaksin bagi daerah-daerah yang rawan saja," pungkasnya. (Renald)